Mediumindonesia.com, Gaza - Ketegangan antara pejuang Palestina di Gaza dan Israel terus memanas.
Sementara genjatan senjata ramai dikampanyekan sejumlah kepala negara.
Media televisi Israel, i24news memberitakan bahwa negara Uni Emirat Arab (UEA) menekan pejuang Hamas untuk menghentikan serangan roket ke Israel.
UEA dilaporkan i24News telah mengancam Hamas akan menghentikan semua infrastruktur dan investasi ekonomi di Jalur Gaza jika gagal mencapai kesepakatan gencatan senjata dengan Yerusalem dalam waktu dekat.
“Kami masih siap dan bersedia untuk mempromosikan proyek sipil bekerja sama dengan Otoritas Palestina dan di bawah manajemen PBB [di Gaza], tetapi kondisi kami yang diperlukan adalah tenang,” kata seorang pejabat UEA yang tidak disebutkan namanya kepada harian keuangan Israel Globes pada akhir pekan, dilansir dari i24news.tv.
“Jika Hamas tidak berkomitmen untuk sepenuhnya tenang, itu membuat penduduk Jalur Gaza mengalami penderitaan. Para pemimpinnya harus memahami bahwa kebijakan mereka yang pertama dan terutama merugikan rakyat Gaza,” tulisnya.
Harian Israel juga melaporkan bahwa menurut pejabat Emirat, proyek terkait energi akan diluncurkan musim panas ini di Gaza tetapi sekarang mungkin menghadapi pencairan dana sebagai akibat dari pertempuran itu.
Media i24news.tv menulis bahwa pertempuran terakhir antara Israel dan militan Palestina di Jalur Gaza adalah kobaran api paling mematikan sejak 2014.
Hamas dan Jihad Islam menembakkan lebih dari 2.000 roket ke negara Yahudi itu sejak Senin. (*)















































Discussion about this post