100 Persen Perempuan, HMPS Prodi PG PAUD Tetap Tangguh

  • Bagikan

Makassar, mediumindonesia.com– Meski dalam situasi pandemi, tak menyurutkan semangat mahasiswa PG-PAUD yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) merealisasikan program-programnya.

Salah satunya adalah kegiatan ‘Up Grading Kepengurusan 2020-2021’ yang pembukaannya digelar di Ruang Dosen PG PAUD Kampus Tidung FIP Universitas Negeri Makassar, Jum’at (19/2).

H. Andi Iwan Darmawan Aras, SE., M.Si (Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Sulawesi Selatan)

Kegiatan yang akan berlangsung hingga dua hari ke depan, dibuka oleh Ketua Prodi PG PAUD FIP UNM, Dr Rusmayadi dan dihadiri puluhan pengurus HMPS dengan protokol kesehatan yang ketat.

Rusmayadi saat memberikan sambutannya berharap agar mahasiswa menjaga keseimbangan antara kegiatan akademik dengan keaktifan berorganisasi kampus. Sebab menurutnya, walaupun tujuan utama adalah kuliah, tapi kompetensi organisasi pun tak bisa diabaikan.

Baca Juga:   Cek Pengumuman Hasil SPAN-PTKIN 2021 di Sini

Mantan Ketua I Senat FIP UNM ini mengatakan bahwa kegiatan up grading adalah adalah meningkatkan kualitas mahasiswa secara organisatoris namun tidak melupakan kewajiban utama yakni belajar.

 “Kegiatan ini adalah bersifat daya dukung agar melengkapi kualitas mahasiswa, sehingga saya berharap agar mahasiswa juga senantiasa menaikkan kualitas diri mahasiswa terutama dalam kegiatan akademik”, pintanya.

Sementara Koordinator Steering Committee (SC), Latifa Amir, berharap HMPS harus lebih siap dalam hal menyelesaikan seluruh program kerja meski dikawal oleh perempuan. Oleh sebab itu meminta agar HMPS menjadi perempuan tangguh yang handal dalam berorganisasi.  

Sebagai organisasi mahasiswa calon guru PAUD, HMPS bisa disebut 100 persen dihuni oleh kaum perempuan. Meski begitu, HMPS Prodi PAUD tetap aktif dan tak menjadi penghalang untuk berkarya dalam kegiatan kemahasiswaan (**Aksi).   

Baca Juga:   Wisuda UNM, Bupati Raih Predikat Cumlaude. Siapakah Dia?
  • Bagikan
Medium Indonesia Apakah Anda ingin lanjut membaca berita Tidak Iya