“Saya mengingat satu petuah yang mungkin relevan, bahwa memberi makan ikan kepada teman itu akan membuatnya kenyang sekali, tapi mengajarkannya untuk menangkap ikan itu memberinya kehidupan seumur hidup, kita bukan butuh makan sekali apalagi skala rumah tangga, maka yang paling penting kesempatan untuk belajar berdaya, namun kalau semua serba mahal lalu bagaimana nasib kita yang punya uang hanya untuk hidup sehari,” jelas Abang dengan analogi.
Lebih jauh Abang mengatakan, itu kita belum membahas kesimpangsiuran yang lainnya. Sehingga Abang, atas nama PP ISMEI meminta doa dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat Indonesia untuk melanjutkan perjuangan mahasiswa sebagai penyambung lidah rakyat.
“Saya kira hal yang sangat penting dalam ikhtiar kami salah satunya doa dan dukungan dari masyarakat yang sebagai yang paling terdampak atas penyesuaian harga subsidi BBM ini, sehingga kami mengharapkan dukungan seluruh masyarakat tanpa terkecuali, khususnya dalam hal moril,” harapnya.
Iapun mengaku akan terus berupaya dalam menolak kenaikan harga BBM, Abang Akbar mengaku telah melayangkan surat instruksi kepada seluruh Koordinator Wilayah se Indonesia, BEM Ekonomi se Indonesia, untuk menggelar aksi serentak dari 7 september hingga tuntutan kita dapat direspon dengan solusi atas tuntutan yang kita bawa.
“Kita telah bangun komunikasi dan beberapa telah mengkonfirmasi kalau di beberapa daerah telah melakukan ini, hal ini kita pertegas agar pemerintah dapat menarik kebijakan yang kami anggap berdampak negatif secara luas di kalangan masyarakat,” kunci Abang Akbar. (*)






























Discussion about this post