Ikla DPRD

Menuju Top 30 KIPP Sulsel, Ini Inovasi Dilakukan Pemkab Lutra

  • Bagikan

Makassar, mediumindonesia.com — Menghadapi Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Tingkat Provinsi Sulawesi selatan, Pemerintah Kabupaten Luwu Utara, berusaha mengikuti tahapan penilaian presentasi dan wawancara, melalui Jaringan Inovasi Pelayanan Publik (JIPP) Provinsi Sulawesi Selatan, pada Kamis (18/3/2021), di Four Points of Sheraton Makassar.

Sedikitnya ada empat inovasi yang akan dilakulan yaitu Peta Baper atau Peta Berbasis Partisipatif (Bappeda), Getar Dilan atau Gerakan Tanam Sayur di Lahan Pekarangan (Dinas Ketahanan Pangan), Kebun Si Pintar atau Siswa Peduli Lingkungan Sekitar (Dinas Pendidikan), dan Rompi KPK atau Kelas Pencegahan Korupsi (Dinas Pendidikan).

Berdasarkan jadwal yang dirilis Biro Organisasi Pemprov Sulsel, inovasi Getar Dilan akan tampil pertama pada pukul 13.00 wita, disusul Kebun Si Pintar (13.30), Peta Baper (14.00), dan Rompi KPK (15.00).

Baca Juga:   Miniatur F8 Makassar akan Sambut Kapal KRI Dewa Ruci di Pantai Losari

Masing-masing inovator diberi waktu berdurasi 30 menit, dengan rincian presentasi 7 menit, video 3 menit dan Tanya jawab 20 menit. Sementara pada pukul 14.30, tampil inovasi Kemayu dari Kabupaten Luwu Timur.

Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Luwu Utara, Muhammad Hadi, mengaku optimistis empat inovasi Luwu Utara bisa tembus TOP 30 KIPP Sulsel, sebagai raihan tertinggi inovasi pelayanan publik di tingkat Provinsi, selanjutnya menuju ke kompetisi yang lebih tinggi di tingkat nasional, yaitu Kompetisi Sinovik Kementerian PAN-RP.

“Harapan kita, empat inovasi ini bisa lolos ke TOP 30 KIPP-JIPP Provinsi Sulsel. Meski begitu, apapun hasilnya nanti, empat inovasi ini harus tetap terimplementasi di Luwu Utara, dimana inovasi ini dilaksanakan, serta bisa direplikasi oleh Perangkat Daerah lainnya,” kata Muhammad Hadi saat ditemui, Kamis (18/3/2021) pagi, di Makassar.

Baca Juga:   Presiden Resmikan Kolam Regulasi Nipa-Nipa, Berikutnya Lokasi ini yang akan Diutamakan

Hadi juga berharap, inovasi ini tetap eksis setelah mengikuti KIPP. “Jadi, tetap harus eksis di Luwu Utara. Tidak sekadar menciptakan inovasi untuk ikut kompetisi lalu kita tinggalkan. Tidak seperti itu. Yang terpenting adalah keberlanjutannya,” harap dia.

Dan yang terpenting, lanjut Hadi, inovasi ini bisa berdampak luas kepada masyarakat Lutra.

Sementara itu, Alauddin Sukri selaku inovator Getar Dilan, yang akan tampil mempresentasikan inovasinya, mengaku tidak memiliki persiapan khusus dalam presentasi kali ini.

Meski demikian, dirinya siap menampilkan yang terbaik saat tampil di hadapan panelis KIPP Sulsel. “Tidak ada persiapan khusus, yang jelas kita siap tampil. Doakan Luwu Utara berhasil,” harapnya.(* SL)

Baca Juga:   Penyerapan Dana Desa 2021 di Bulukumba Rendah, ini Tanggapan Anggota DPRD
  • Bagikan