Ikla DPRD

Andi Utta Dan Andi Edy: Minta ASN Untuk Jaga integritas dan Terapkan Efisiensi

  • Bagikan
H. Andi. Muchtar Ali Yusuf, Bupati dan H. Andi. Edy Manaf, Wakil Bupati Bulukumba saat memimpin Rapat bersama pejabat lingkup Pemkab

Mediumindonesia.com, Bulukumba – Beberapa topik pembahasan mengemuka saat Bupati H .Andi.Muchtar Ali Yusuf dan Wabup H. Andi. Edy Manaf menggelar rapat bersama seluruh pejabat lingkup Pemkab di ruang rapat Bupati, Kamis (18/3).
Hadir pada rapat tersebut, Pj. Sekda A. Misbawati Wawo, Asisten, Staf Ahli Bupati, Kepala OPD, Kabag dan para Camat.

Andi. Utta sapaan akrab Bupati Bulukumba ini, menekankan pentingnya kedisiplinan, loyalitas dan profesionalitas ASN (Aparatur Sipil Negara) dalam bekerja dan tidak mencederai Integritas.
Bupati menengarai ada upaya oknum tertentu yang melakukan tindakan tidak terpuji dengan menghapus atau menghilangkan data/dokumen dalam file dengan tujuan atau motif tertentu.

Baca Juga:   Andi Utta Berkunjung di Balla Lompoa Tanuntung, Ini Yang Disampaikannya

Andi. Utta menegaskan agar hal seperti ini jangan terjadi karena akan berkonsekuensi hukum pidana.
Andi. Utta juga menyinggung langkah-langkah efisiensi yang akan dilakukannya, beberapa hal diantaranya pembatasan kegiatan perjalanan dinas dan belanja Alat Tulis Kantor, yang dinilai perlu untuk dikurangi, “kalau kita ingin membangun Bulukumba maka langkah proteksi dan efisiensi ini harus dilakukan”, ujarnya.

Sementara itu Andi. Edy Manaf menyinggung terkait disiplin ASN dan Tenaga Honorer atau Pihak Ketiga.
Wabup menegaskan, bahwa dalam rangka mengontrol dan mengukur kinerja pegawai, yang harus dilakukan adalah penerapan disiplin kerja, dan mulai dengan langkah-langkah pengawasan dan inspeksi mendadak.
“Ini akan menjadi salah satu tolok ukur untuk melakukan evaluasi.
Delapan ribu lebih honorer atau pihak ketiga yg menelan anggaran 4,5 milyar setiap bulan perlu untuk diproyeksi terhadap kontribusi dalam mencover beban kerja di seluruh Organisasi Perangkat Daerah. Kekurangan guru dan distribusi penempatannya akan segera dievaluasi setelah presentasi pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Terkait pakaian yang digunakan, maka sesuai dengan Peraturan Bupati, tenaga honorer atau pihak ketiga diharuskan menggunakan baju putih dan celana hitam, akan disampaikan kemudian melalui edaran bupati terkait hal in”i, tegas Andi. Edy Manaf, Wakil Bupati yang berlatar politisi ini. (**/aea)

Baca Juga:   A. Utta : Konsen Pada Peningkatan Produksi, Cara Ampuh Menumbuhkan Ekonomi.
  • Bagikan