Sambut Hari Pemasyarakatan ke 57, Ka Lapas Kelas II Tenggarong Pimpin Baksos

  • Bagikan

 

Mediumindonesia.com, Tenggarong.- Dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan ke 57 tahun 2021, jajaran Lapas Kelas II A Tenggarong dipimpin Kepala Lapas Agus Dwirijanto,
melaksanakan Bakti Sosial ( Baksos ) dengan mengunjungi pusat pendidikan dan panti asuhan di wilayah Tenggarong, Jum’at (16/4/2021).

Baksos kali ini dikemas dalam bentuk pembagian bahan sembako, yang diserahkan Kepala Lapas Agus Dwirijanto, kepada pimpinan pondok pesantren.

Kegiatan tersebut diawali di pondok pesantren Miftahul Ulum di daerah Mangkurawang, kemudian ke pondok pesantren Darul falah dan berakhir di pondok pesantren Al Farisyah Hasyim.

“Kegiatan ini adalah bentuk kepedulian jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam hal ini Lapas Tenggarong terhadap sesama, terutama pada masa pandemi covid ini, dan juga merupakan rangkaian kegiatan hari bakti pemasyarakatan ke 57,” kata Agus Dwirijanto saat berkunjung ke Ponpes Darul Falah.

Baca Juga:   Demokrasi UINAM Mati di Tangan Rektor

Sementara itu, Kepala KPLP Lapas Kelas IIA Tenggarong Ade Hari Setiawan mengatakan, bantuan sembako berasal dari sumbangan sukarela seluruh petugas Lapas Tenggarong, baik dalam bentuk uang maupun barang.

Selain itu, sehari sebelumnya jajaran Lapas Tenggarong juga melaksanakan kegiatan berupa membeli produk warga binaan ( Narapidana ) Lapas Tenggarong, sekaligus memperkenalkan bahwa di dalam Lapas Tenggarong para Napi mengikuti kegiatan pembinaan kemandirian, seperti meubel.

Seperti disampaikan Kasi Giatja Lapas Tenggarong Jumari Suwandoko, warga binaan diberikan pengetahuan kemandirian yang sejalan dengan program Dirjen Pemasyarakatan yang menciptakan Lapas industri.

” Kegiatan ini selain untuk mengenalkan produk Napi, juga sebagai sarana meningkatkan PNBP melalui program pembinaan kemandirian,” jelasnya.

Baca Juga:   Hadiri Maulid Nabi, Wali Kota Danny Pomanto Tekankan Pentingnya Mendalami Al Qur’an

Sementara itu Kepala sub seksi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja, Lapas Tenggarong Zairin Zain, menyebutkan, tahun ini Lapas Tenggarong mendapat kepercayaan menyelenggarakan pelatihan kemandirian sebanyak 10 paket kegiatan, dengan menggandeng pihak ketiga seperti LPK-LPK yang ada di Tenggarong.

Sebelumnya, kata Zairin, Lapas Tenggarong mendapat program pelatihan sebanyak 22 paket. Dan penurunan jumlah paket ini dikarenakan adanya refocusing anggaran pada kementerian guna penanganan covid 19.

Pada kesempatan lain Eko Prabowo Staf Giatja menyampaikan, bahwa tahun ini bengkel kerja Lapas Tenggarong akan fokus pada kegiatan konveksi, pastri/bakery dan barista. Dan berusaha mematangkan usaha promosi hasil pembinaan ini melalui program HaNa (Hasil Narapidana). (Kip)

Baca Juga:   Begini Sosok Thoriq Husler di Mata Ilham Azikin

Editor Suaedy

  • Bagikan

advertisement
Terima Update Berita    OK No thanks