Ditangkap, Ramai Seruan Pelaku Pemukulan Perawat Ditindak Tegas

  • Bagikan
Tangkapan layar detik-detik pemukulan perawat RS Siloam Palembang. Foto Twitter @mbah_mijan

MEDIUMINDONESIA.COM, PALEMBANG – Setelah dikabarkan ditangkap, pelaku pemukulan perawat Rumah Sakit Siloam Palembang minta ditindak tegas.

Sejumlah elemen masyarakat termasuk netizen menggaungkan seruan proses hukum tegas kepada pelaku berinisial JT.

JT merupakan ayah seorang pasien di RS tersebut, melakukan tindakan kekerasan dengan cara memukul perawat hingga wajah korban lebam.

Aksi ini mengundang simpati masyarakat kepada korban yang sedang menjalankan tugas di rumah sakit tersebut.

Kejadian pada Kamis (15/4/2021) sekitar pukul 13.40 WIB berawal saat pelaku JT menjemput anaknya.

Namun, pelaku tak bisa menahan emosi saat mengetahui tangan anaknya itu mengeluarkan darah setelah jarum infus dilepas oleh korban karena anak pelaku sudah hendak pulang.

Baca Juga:   Gojek Vaksinasi 600 Mitra, Ini Komitmenya Untuk Rasa Aman Bagi Masyarakat Makassar

Saat itulah terjadi insiden pemukulan, beruntung perawat RS lainnya meleraikan hingga kejadian tidak berlanjut. Video sempata diunggah akun @mbah_mijan di situs mikroblog Twitter, berikut videonya.

Anggota Komisi IX DPR RI, membidangi Kesehatan, Sutan Adil Hendra (SAH) turut angkat bicara meminta penganiaya perawat di Rumah Sakit Siloam Palembang Sumatera Selatan diusut dan tindak tegas oleh polisi.

“Kejadian penganiyaan perawat Siloam Hospitals tidak bisa kita tolerir dan harus ditindak tegas, dan kita serahkan kasus ini kepada pihak kepolisian,” ujar SAH (17/4).

Forum Komite Keperawatan Se-Indonesia turut melakukan kampanye aksi solidaritas. Mereka mengutuk keras tindakan kekerasan terhadap perawat.

Baca Juga:   Kapolres Bulukumba Peserta Pertama Vaksinasi Covid 19

“Stop kekerasan terhadap tenaga kesehatan, usut tuntas sesuai hukum yang berlaku,” isi seruan Forum Komite Keperawatan Se-Indonesia yang banyak beredar pasca insiden tersebut. ***

  • Bagikan

advertisement
Terima Update Berita    OK No thanks