Diduga Minta Jatah Proyek, Pria Bertopi Koboy Ngamuk di Kantor Dinas Bina Marga Bekasi

  • Bagikan
Tangkapan layar dari video seorang mandor mengamuk di kantor Dinas Bina Marga Kabupaten Bekasi. /Instagram @pikiranrakyatbekasi

Mediumindonesia.com Bekasi –  Sebuah video memperlihatkan seorang pria diduga mandor mengamuk di kantor Dinas Bina Marga Kabupaten Bekasi.

Diduga pria tersebut meminta jatah proyek. Dengan memakai topi koboi berwarna hitam itu menggulingkan meja dan kursi sambil marah-marah kepada pegawai kantor dinas.

Dalam video yang diunggah akun instagram @pikiranrakyat, pria itu juga menendang meja hingga barang-barang seisi ruangan itu berantakan.

Hal tersebut dibenarkan oleh Plt Bupati Bekasi, Dani Ramdan. Ia mengatakan kejadian itu terjadi di Dinas Bina Marga dan Pengelolaan Sumber Daya Air Kabupaten Bekasi

Menurut pengakuan kepala dinas, pria bertopi koboi itu adalah seorang mandor, ia mengamuk karena jatah proyeknya berkurang.

Baca Juga:   Golongan yang Wajib Membayar Fidyah Puasa dan Besarnya di Kukar

“Kabarnya mandor, urusannya terkait dengan proyek yang ada di Bina Marga dan Sumber Daya Air. Info dari kepala dinas sudah diberikan proyek tapi merasa kurang, mungkin kurang jumlah proyeknya,” ujar Dani

Aksi perusakan itu terjadi pada Senin 27 September 2021 kemarin sekitar pukul 10 pagi.

Dani mengakui masih terus mendalami akar masalah tersebut. Di samping itu, pihak dinas sudah melaporkan pelaku ke polisi atas dugaan perusakan barang negara.

“Kepala dinas sudah menyampaikan laporan ke polsek terdekat dan informasi terakhir sudah ditindaklanjuti dengan pemanggilan yang bersangkutan,” tuturnya.

Ia sangat menyayangkan aksi perusakan tersebut, menurutnya dalam memilih tender proyek tentunya setiap dinas sudah punya prosedur sesuai aturan.

Baca Juga:   Wow, Ada Diskon Busana Muslim di Kampung Ramadhan HIPMI Bulukumba

Ketika menentukan siapa pemenang proyek, kepala dinas punya kewenangan menunjuk langsung atau melakukan lelang dengan berkoordinasi kepada mitra pihak ketiga.

“Kalau bagus (kualitasnya) itu diberikan, kalau yang kurang itu dikurangi ke tahun-tahun depannya,” tegasnya. (*)

  • Bagikan

advertisement
Terima Update Berita    OK No thanks