Mediumindoensia.com, Pangkep - Gerakan Pelajar Mahasiswa Garda Nusantara (Gema GN) Kabupaten Pangkajene (Pangkep), Sulawesi Selatan gelar aksi unjuk rasa.
Aksi unjuk rasa tersebut berlangsung di tiga titik, pertama di jalan poros Pangkep kemudian bergeser kantor Polres Pangkep dan Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Pangkep, Selasa (21/6/2022) kemarin.
Aksi unjuk rasa ini terkait oknum yang melakukan pungutan liar (Pungli) terhadap penerima bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) yang sebelumnya telah dilaporkan warga ke Polres Pangkep.
Ketua Gema Garda Nusantara Pangkep, Ardan Aidin mengungkapkan kekecewaannya terhadap kinerja Polres Pangkep dalam mengungkap kasus tersebut.
“Ini merupakan kekecewaan kita terhadap kinerja Polres Pangkep karena aksi hari ini tidak ditanggapi dengan baik, sampai saat ini tidak ada yang menemui kami untuk menjelaskan sejauh mana penanganan kasus (Pungli Alsintan-red) yang kita maksud,” kesal Ardan yang ditemui di selah aksinya.
Diketahui, seorang warga penerima bantuan Alsintan, Yusuf Rahman didampingi Gema Garda Nusantara telah melaporkan kasus itu ke polres Pangkep, pada Senin, 6 Juni 2022 lalu, namun hingga kini tak ada kejelasan dari pihak kepolisian.
“Minggu lalu rekan kami yang melaporkan kasus ini, namun sampai hari ini tidak ada penanganan dan penindakan yang tegas dari pihak kepolisian,” jelas Ardan.
Ardan Aidin menduga ada oknum dari Dinas Pertanian Pangkep yang disinyalir turut “bermain” dalam kasus ini.
“Kami dari Gema Garda Nusantara menduga bahwa bantuan tersebut ber-prabayar, tidak lain ada oknum dinas pertanian yang terlibat di situ,” sebut Ardan saat berorasi di depan Kantor Dinas Pertanian Pangkep.
“Saya punya gambar bahwa ada oknum dinas pertanian yang ikut “bermain” dalam penyerahan bantuan tersebut, dalam pembayaran sekian ratus juta itu, itu uang rakyat, maka dari itu besar harapan kami agar Kepala Dinas Pertanian mundur dari jabatannya,” tegas Ardan.








