Ikla DPRD

Kisruh Muswil BPW KKSS Kaltim, Ini Tanggapan Anggota Penasehat BPP

  • Bagikan
Dr. Nadjamuddin Lawing, SH, anggota dewan penasehat BPP KKSS.

Jakarta, mediumindonesia.com — Menyusul adanya kisruh Musyawarah Wilayah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan ( Muswil KKSS) Provinsi Kalimantan Timur (Kalltim) yang terjadi pada pelaksanaannya pada tanggal (3/3) sampai (5/3) di Samarinda, mengundang ramainya perbincangan Warga KKSS di Kaltim. Dr. Nadjamuddin Lawing, SH, Salah seorang anggota Dewan Penasehat DPP KKSS memberikan tanggapannya ketika dihubungi mediumindonesia.com via telpon celulernya, Minggu (14/03) di Jakarta.

“Yang perlu ditelusuri terlebih dahulu adalah keabsahan Surat Perpajangan yang ada. Mulai dari AD/ART dan Petunjuk Organisasi”, katanya.

Lebih lanjut, Daeng Nadja panggilan akrab pria kelahiran Makassar 11 Maret 1949 itu, “ketika ditemukan bukti bahwa Surat Keputusan (SK) perpanjangan itu cacat hukum, dengan konsekwensi batal demi hukum, maka tidak ada alasan BPP KKSS untuk menolak menandatangani SK Penetapan Kepengurusan (Badan Pengurus Wilayah) BPW KKSS Kaltim yang telah dilaksanakan oleh peserta Muswil di Samarinda. Karena merujuk kronologisnya, telah sesuai aturan organisasi yang berlaku”.

Baca Juga:   Naoemi Octarina Ajak Tingkatkan Kualitas Pola Asuh Anak, Ini Dia Sasarannya

Namun, menurut Daeng Nadja yang berprofesi sebagai Advokat, mari kita lihat nanti pada hari Selasa besok, ada informasi rombongan Alimuddin Latief dan kawan – kawan dari Samarinda akan datang ke Sekretariat Badan Pengurus Pusat (BPP) KKSS di Benhil – Jakarta.

“Apa dan bagaimana sikapnya menghadapi delegasi KKSS dari Kaltim yang datang untuk meminta tanda tangan Surat Keputusan Penetapan Pengurus BPW KKSS Kaltim hasil Muswil”, tutur Nadjamuddin Lawing yang juga Staf Pengajar Fk. Hukum Universitas Muhammadiyah Tangerang yang memperoleh gelar doktor ilmu hukum pada akhir 2020 di Universitas Krisnadwipayana.

Sementara itu terkait pertemuan Alimuddin Latief dan kawan – kawan dengan Aksa Machmud di Makasar hari Jumat yang lalu, diperoleh keterangan bahwa dalam pertemuan tersebut Aksa Machmud mengatakan “AD/ART itu adalah panglima sebuah organisasi. Maka apa yang diperintahkan AD/ART harus dilaksanakan”.

Baca Juga:   Dirjen Dukcapil Dukung Penuh Makassar Recover Lewat Sinkronisasi Data

Namun, penyebutan soal AD/ART oleh Aksa Machmud selaku senior KKSS masih tanda tanya ditujukan kepada kubu siapa diantara yang bertikai itu. Karena Alimuddin dan Muchlis sama – sama mengaku berjalan diatas landasan AD/ART.

Menyinggung pertemuan Aksa Machmud dengan Alimuddin di Makassar, sebuah sumber yang tidak ingin namanya di sebut menjelaskan, yang minta waktu pertemuan adalah Prof.DR Mas Jaya. Bukan Alimuddin. Tapi waktu datang ke Wisma Bosowa ternyata ada juga Alimuddin Latief.

Ketua Umum KKSS, Mukhlis Patahna saat di konfirmasi Via whatsapp, belum menjawab permintaan klarifikasi atas kisruh di Muswil Kaltim Samarinda, sampai berita ini di beritakan.

Adapun rombongan Alimuddin yang akan datang ke kantor pusat BPP KKSS, menurut sumber di Sekertariat BPP, beberapa hari sebelumnya rencana kedatangan itu ditangani Rudiman, Waketum Bid.OKK, – yang pengganti antar waktu karena Fredrick Batong meninggal dunia, sehubungan dengan Mukhlis Patahna sedang sibuk dengan beberapa jadwal Muswil KKSS di daerah lain. tutup sumber ini. (**/abr)

Baca Juga:   Ini Prakiraan Cuaca BMKG Untuk Sulawesi Selatan Dan Sekitarnya
  • Bagikan