Ini Kota Bebas Mudik Lokal, Hanya Kawasan Mamminasata di Sulsel

  • Bagikan

MEDIUMINDONESIA.COM, JAKARTA – Tradisi mudik lebaran Idul Fitri tahun ini masih dibatasi oleh pemerintah pusat.

Namun, terdapat wilayah aglomerasi pengecualian di sejumlah daerah di Indonesia yang bebas mudik untuk angkutan darat.

Di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), daerah yang bebas mudik lokal itu adalah kawasan Mamminasata yakni Kota Makassar, Sungguminasa (Kabupaten Gowa), Maros dan Takalar.

Daerah lain di Indonesia yang masuk dalam pengecualian adalah Medan, Binjai, Deli Serdang, dan Karo. Lalu, Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Kemudian, Bandung Raya, Semarang, Kendal, Demak, Ungaran, dan Purwodadi, Jogja Raya, Solo Raya, dan Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan (Gerbangkertosusila).

Baca Juga:   Wakil Walikota Makassar dikukuhkan sebagai Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah Sulawesi Selatan, ini yang di sampaikan

Pemerintah melalui Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Danto Restyawan juga mengatakan adanya pengecualian terkait perbatasan frekuensi kereta api.

Wilayah yang masuk dalam pengecualian ini salah satunya Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Rangkas.

Kemudian, Padalarang, Bandung, dan Cicalengka. Lalu, kawasan Kutoarjo, Yogyakarta, dan Solo. Selanjutnya, Lamongan, Surabaya, Sidoarjo, Bangil, Pasuruan, Mojokerto, dan Gresik.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membatasi pergerakan seluruh moda transportasi pada 6-17 Mei 2021 sejalan dengan larangan mudik tahun ini.

Itu dilakukan agar pelaksanaan kebijakan larangan mudik lebaran yang diberlakukan pemerintah demi menekan penyebaran Covid-19 tahun ini berjalan efektif.

Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati mengatakan larangan tersebut telah diatur dalam Peraturan menteri Perhubungan Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idul Fitri Dalam Rangka Pencegahan Covid-19.

Baca Juga:   Di HUT ke 61 Tahun Pangkep, Plt Gubernur Sulsel Dorong Percepatan Akselerasi Kereta Api

“Menyangkut wilayah aglomerasi atau lingkungan perkotaan, jadi untuk kawasan perkotaan ada beberapa daerah yang sudah kami skip dan boleh melanjutkan atau melakukan kegiatan pergerakan transportasi,” tambah Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi. ***

Sumber: Kemenhub RI
Editor: MJ

  • Bagikan

advertisement
Terima Update Berita    OK No thanks