Ikla DPRD

Andi Utta, Terima Unras Di Ruang Rapatnya. Begini Sambutannya

  • Bagikan
H. Andi. Muchtar Ali Yusuf, Bupati Bulukumba, saat menerima perwakilan Unjuk Rasa di ruang rapatnya.

Mediumindonesia.com.- Bulukumba – Puluhan warga yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat (FPR) menggelar aksi Unjuk Rasa (Unras) dalam rangka memperingati Hari Kaum Tani Tak Bertanah atau Landless Day, Senin (29/2) di depan Kantor Bupati Bulukumba.

Bupati Bulukumba H.A. Muchtar Ali Yusuf, merespon kehadiran rombongan pengunjuk rasa, bahkan A. Utta, sapaan akrabnya langsung meminta pejabat dijajarannya mengarahkan beberapa perwakilan dari pengunjuk rasa untuk masuk ke ruangannya, guna membahas apa yang menjadi tuntutan para pengunjuk rasa.

Diketahui pengunjuk rasa meminta pemerintah agar memperhatikan terkait persoalan lahan di kampung Jolli yang saat ini ditetapkan sebagai Taman Hutan Raya (Tahura).

Baca Juga:   Kementerian PANRB Usulkan Dapat DID, Inovasi Getar Dilan Luwu Utara Terpuji

Selain itu, mereka juga menolak rencana Bupati untuk mendatangkan Salim Group berinvestasi Sawit di Bulukumba yang menurutnya Salim Group ada hubungannya dengan PT Lonsum.

” Kami minta Pemerintah mengajak Salim Group melalui anak perusahaannya (PT Lonsum) untuk menyelesaikan konflik yang telah berlangsung puluhan tahun”, kata Rudy Ketua AGRA Bulukumba.

Sementara itu, Bupati Bulukumba Andi Utta mengapresiasi para demonstran yang telah tertib memberikan masukan pada masa pemerintahannya.

Menurut Bupati, aksi yang dilakukan para demonstran adalah sebagai bentuk support kepada pemerintah serta sebagai bentuk kecintaan masyarakat Bulukumba yang ingin melihat Bulukumba kedepannya lebih baik.

“Doakan saya, beri saya kesempatan, Insya Allah saya akan membuat bagaimana Bulukumba bisa berkembang dan menemukan solusi untuk permasalahan yang bapak/Ibu sampaikan hari ini,” kata Bupati dihadapan para demonstran.

Baca Juga:   Ini Arahan Bupati Andi Utta Kepada Peserta Pelatihan

Andi Utta menyampaikan, saat ini pemerintah mempunyai program awal kepada petani yakni pemberian bibit unggul untuk petani yang bertujuan meningkatkan nilai ekonomi hasil panen.

” Saya mengajak masyarakat ataupun pihak – pihak lain untuk berkolaborasi dalam rangka mewujudkan upaya pemerintah. Kalau kita punya lahan, tetapi lahan kita hanya punya tanaman yang tidak mempunyai nilai ekonomi, it’s impossible (mustahil) kita bisa berkembang”, ungkap Bupati yang berlatar belakang pengusaha ini.-(*)

Editor Suaedy

  • Bagikan