Mediumindonesia.com, Jeneponto - Balita penderita gizi buruk di kampung Tanetea, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan meninggal dunia.
Balita tersebut bernama Muhammad Baim usia 4 tahun itu diagnosa stunting sejak usia sekita 1,5 tahun dan masuk daftar pengawasan tenaga kesehatan dari Puskesmas setempat.
Saat kondisinya kesehatannya menurun sangat memperihatinkan. Ia dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lanto Daeng Pasewang, Jeneponto untuk menjalani perawatan.
Anak dari pasangan ssuami istri Basuki dan Sariati dilarikan ke RSUD karena mengalami demam tinggi, batuk disertai sesak nafas.
Informasi yang dihimpun, Nyawa Baim tak terselamatkan setelah sehari menajalani perawatan, Ia menghembuskan nafas terakhirnya pada Sabtu (11/6/2022) sekitar pukul 15.30 Wita.
Menurut Sariati, Baim mengidap gizi buruk sejak berusia 1,5 tahun. Ia mengaku tak tahu apa alasan petugas sehingga imunisasinya dihentikan.
“Sempat mungkin naliatmi kondisinya jadi na bilang sudah mi. Intinya nabilang sudahmi. Lamami (dihentikan-red). Iya karena hampir dua tahun sudah dihentikan,” kata Sariati kepada wartawan, Sabtu kemarin.
Sariati berdalih setelah imunisasi dihentikan oleh petugas tenaga kesehatan, kondisi Baim kala itu semakin menurun.
“Sebenarnya sudah jalanmi tapi takutki karena kondisinya lemah. Ompongmi lagi. Bahkan malas ki makan,” katanya.
Meski kondisinya memperihatinkan, petugas kesehatan tetap memberikan perawatan.
“Dijamin biskuit, obat seperti vitamin, beras dan telur tiap bulan,” sebutnya.
Tak hanya itu, faktor ekonomi yang membuat Baim tak bisa dilarikan ke rumah sakit. Namun dengan keadaan yang darurat maka tetangga menyarankan membawa ke rumah sakit.
“Satu tahun Baim sudah kurus kering. Takut karena tidak ada uang. Tapi keluarga meminta agar Baim dibawah ke rumah sakit untuk berobat,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Jeneponto Susanti Mansur mengatakan, untuk imunisasi saat ini memang sudah tidak ada distribusi lagi dari Kemenkes sejak 3 tahun terakhir, diganti dengan jenis vaksin.
Selain itu, pihaknya mengaku sempat terjadi kekosongan di beberapa puskesmas dan rumah sakit.
“Kemrin sempat terjadi kekosongan memang di beberapa Puskesmas dan rumah sakit karena memang stock dari Dinkes Provinsi Sulsel juga kosong disebabkan keterlambatan distribusi dari Kemenkes,” pungkas Susanti Mansur via whatsapp.








