Kisah Ibu dan Anak di Pangkep Bertahan Hidup Selama 5 Hari Terombang-ambing Laut

  • Bagikan
Nurhasanah bersama dengan anaknya saat ditemui Mediumindonesia.com, (Dok. Mia)

Mediumindonesia.com, Pangkep - Nurhasanah (33) seorang ibu bersama dengan seorang anaknya bertaruh nyawa di laut saat KM Ladang Pertiwi 02 tenggelam di perairan Butung-butungan, Kepulauan Pangkep.

Nurhasanah dan anaknya dinyatakan selamat dari maut setelah berjuang di lautan lepas selama kurang lebih 5 hari 4 malam bermodalkan air setengah botol yang di dapatkan di tengah laut dan gabus.

“Saya terapung dilaut selama 5 hari 4 malam dengan menggunakan gabus berukuran 1X1 Meter dan tebalnya sekitar 20 cm,” ungkapnya kepada Mediumindonesia.com di posko penampungan korban, Sabtu (4/6/2022).

Saat dikunjungi di Posko penampungan korban yang terletak di Mattampa iin, kecamatan Bungoro, Pangkep, Nurhasanah tak henti-hentinya mengucap syukur karena selamat dari maut bersama seorang anak yang berusia 9 tahun, Misbah.

“Dikaki dan tangan saya ada luka seperti luka bakar akibat terik matahari,” sebutnya.

Nurhasanah menceritakan, dirinya bersama anaknya pertama kali ditemukan saat terombang ambing di laut oleh kapal KRI Hasanuddin yang kemudian dibawa ke Kota Baru, kalimantan Selatan. Disana Ia dievakuasi dan dilakukan perawatan.

“Anak saya mengalami keluhan sakit dada dan sakit perut serta kehilangan nafsu makan, sehingga sesampai di penampungan di Kota Baru saya dan anakku dirawat di salah satu posko kesehatan disana,” ujarnya.

Diketahui, Nurhasanah merupakan warga asli pulau Pammantauang, kecamatan Liukang Kalmas, kabupaten Pangkep.

Saat ini keadaan keduanya sudah mulai membaik dan masih berada di posko penampungan sementara bersama beberapa para korban lainnya.

  • Bagikan

advertisement