Bulukumba Jadi Lokus Dampingan Kerjasama Kanada-Indonesia Untuk Bangkitkan Bumbu Nusantara

  • Bagikan
Setelah sukses menyelenggarakan dua Temu Bisnis di Belitung dan Bali pada tahun 2021, dan berhasil mengadakan Temu Bisnis Internasional

Mediumindonesia.com, Jakarta – Setelah sukses menyelenggarakan dua Temu Bisnis di Belitung dan Bali pada tahun 2021, dan berhasil mengadakan Temu Bisnis Internasional untuk pertama kalinya pada bulan Maret 2022 lalu untuk menghubungkan pembeli dari Kanada, Jerman, dan Filipina dengan UKM/petani kopi dari wilayah sekitar Ijen, Yogyakarta, dan Bali, Proyek NSLIC/NSELRED saat ini mengadakan acara Temu Bisnis besar lainnya untuk membuka akses pasar nasional dan internasional bagi petani rempah.

Temu Bisnis ini dibagi ke dalam dua kategori: Pertama, Temu Bisnis Internasional yang akan menghubungkan UKM lokal dan petani rempah dengan pembeli mancanegara secara daring, Kedua, Temu Bisnis Nasional dan Expo Rempah yang akan menghubungkan petani rempah lokal dan UKM dari Sulawesi dengan pembeli domestik besar.

Baca Juga:   Danny Hadiri Family Gathering IKA SMANSA 81, Launching HUT ke-40, ini yang disampaikan

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan perempuan dan laki-laki di daerah serta memperkuat daya saing dan kewirausahaan UKM lokal. Dalam kata sambutannya, Chargé d’affaires a.

Kedutaan Besar Kanada untuk Indonesia, Mark Strasser, menyampaikan bahwa Kanada sangat bangga mendukung upaya Indonesia untuk menciptakan lapangan kerja dan pendapatan bagi perempuan dan laki-laki yang miskin dan rentan dengan meningkatkan iklim investasi dan memperkuat pembangunan ekonomi lokal di 28 kabupaten di Indonesia – dari Sumatera hingga Papua Barat.

Strasser juga mengungkapkan kepuasannya karena tema acara tersebut sejalan dengan program Pemerintah Indonesia, yaitu Spice Up the World. Ia menekankan bahwa, keterlibatan sektor swasta dalam semua kegiatan ekonomi ini sangat penting untuk keberhasilan dan keberlanjutan inisiatif akses pasar ini.

Baca Juga:   Hadiri Maulid Nabi, Wali Kota Danny Pomanto Tekankan Pentingnya Mendalami Al Qur’an

“Hal yang sama pentingnya adalah pemerintah dapat berperan dalam memfasilitasi dan mendukung ekosistem yang memungkinkan untuk menjalin koneksi bisnis,”ungkapnya.

Bekerjasama dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, dan PT Sarinah, Proyek NSLIC/NSELRED telah mendampingi kelompok tani dari Pulau Siau, Minahasa Utara, Minahasa, Minahasa Selatan, Bone, Bulukumba, Sinjai, Enrekang, Luwu, dan Luwu Timur untuk menyiapkan informasi, data dan spesifikasi terkait rempah-rempah dan menerbitkan sebuah katalog yang menampilkan produk rempah-rempah para petani untuk memudahkan proses temu bisnis dan penjualan.

Direktur Proyek NSLIC/NSELRED, Peter Walton menjelaskan, “NSLIC/NSELRED senang sekali dapat menjadi yang terdepan dalam upaya menumbuhkan pendapatan bagi petani dan UMKM Indonesia melalui peningkatan akses ke pasar nasional dan internasional untuk produk lokal, dalam hal ini rempah-rempah legendaris dari Sulawesi yang dulu dikenal dengan sebutan Celebes.

Editor: Kamaruddin
  • Bagikan
Medium Indonesia Apakah Anda ingin lanjut membaca berita Tidak Iya