Pencemaran Sungai di Sanga sanga Mendapat Perhatian Khusus DLHK Kukar

  • Bagikan

Mediumindonesia.com. KUKAR.- Kasus pencemaran sungai di Sanga-sanga diduga akibat limbah dari salah satu perusahaan yang dibuang melalui aliran parit dan mengalir ke Sungai Sanga-sanga dalam, sehingga warna air berubah kemerahan mendapat perhatian serius dari Pemkab Kukar.

Menyikapi hal tersebut, Sekda Kukar, Sunggono memerintahkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar, menurunkan tim untuk mencari data dan informasi terkait pencemaran tersebut.

Kepala DLHK Kukar Alfian Noor membenarkan hal tersebut, bahwa pihaknya mendapatkan perintah dari Sekda Kukar untuk menindak lanjuti pencemaran sungai tersebut.

“Karena informasi ini baru kami dapatkan dan hari ini juga 3 orang yang tergabung dalam tim, kami turunkan ke lokasi di Sanga-Sanga, mencari data dan informasi di sana,” ungkap Alfian Noor.

Baca Juga:   Komitmen Divif 3 Kostrad Perangi Narkoba Di Tengah Pandemi Covid-19

Ia mengatakan, pencemaran sungai tersebut adalah lumpur dari pengeboran yang dilakukan perusahaan, berarti ada mekanisme dan tata cara untuk menanganinya.

” Sekarang kita sudah turunkan tim, salah satunya untuk menginventarisasi itukemudian menanyakan bagaimana kronologisnya, karena ini dikerjakan oleh sub kontraktor,” jelasnya.

Menurutnya, dokumen lingkungan migas dikeluarkan oleh Kementrian Lingkungan Hidup. Sehingga yang mengeluarkan dokumen dapat memberikan sanksi, apakah itu administrasi, teguran ataupun penghentian.

Dan hasil yang mereka dapatkan dari pengawasan di lapangan akan dibuatkan surat ke Kementerian untuk ditindaklanjuti terkait hasil yang mereka temukan dan klasifikasinya apakah lumpur itu berbahaya atau tidak.

Sementara itu, Asisten Manager Legal dan Relations Pertamina EP Asset 5 Sanga-Sanga, Frans Hukom mengatakan, menyikapi permasalahan ini, Pertamina Sub Holding Upstream (SHU) Zona 9 Field Sanga-Sanga turun tangan dan mengkoordinasikan pembersihan aliran lumpur yang masuk ke badan sungai di RT 18 dan RT 10 Kelurahan Sanga-Sanga Dalam, Kecamatan Sanga-Sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Baca Juga:   Ini Pesan Plt.Kadis Ketahanan Pangan, Saat Membuka Sosialisasi P2L

“Setelah mendapat laporan, tim Pertamina SHU Zona 9 Field Sanga-Sanga segera menindaklanjuti dengan menerjunkan tim melakukan pengencekan di lokasi dan menginvestigasi sumber lumpur, serta melokalisir aliran lumpur di sejumlah titik,” jelasnya sambil melaksanakan pembersihan dengan menyemprotkan air dan mengerahkan sejumlah peralatan.

Ia menambahkan, hingga Rabu (7/4) petang kemarin endapan lumpur di saluran air warga, diidentifikasi berasal dari kegiatan housekeeping cementing unit milik PT Halliburton sudah jauh berkurang. Material lumpur ini bukan limbah B3 namun merupakan water based chemical yang sudah diambil sampelnya dan sedang menunggu hasil analisis dari laboratorium.

“Tim Field Sanga-Sanga terus bekerja sama dengan semua pihak agar peristiwa seperti ini tidak terjadi lagi dan memaksimalkan pembersihan sisa endapan lumpur yang ada. Tim Field Sanga-Sanga memberikan surat peringatan atas insiden ini kepada pihak kontraktor,” tandasnya. (Kip)

Baca Juga:   Berulah Kembali, Seorang Residivis Di Soppeng Dimassa Hingga Tewas
  • Bagikan

advertisement
Terima Update Berita    OK No thanks