Matematika Agama dan Logika

  • Bagikan
Prof. Abd. Rasyid Masri

Prof.Abd.Rasyid Masri
( Akademisi dan Pebisnis)

Terkadang ada orang yang paham agama seperti para ustads, kiyai atau tau panrita agama di Kampung-Kampung menilai dirinya sendiri merasa lebih mulia di hadapan Allah SWT, ternyata belumlah tentu bahkan boleh jadi terhina di depan Allah swt.

Begitu pula yang sering bermaksiat seperti para prostitusi pe zina, pemabuk, pencuri terlihat lebih hina di depan Allah swt.
Tapi sebenarnya soal siapa yang akhir hidupnya dimuliakan Allah, apa kah para ustads, atau para pendosa, dalam sudut pandang logika manusia sepertinya pastilah semua ustads yang mulia dan yang terhina di depan Allah pastilah yang rajin maksiat, hal tersebut logis dan masuk logika

Baca Juga:   Akibat Aksi Cabul Kepala Sekolah, Siswi Ini Depresi Dan Memilih Putus Sekolah

Tapi tunggu dulu, dalam matematika agama Islam tak boleh di baca lurus seperti itu, kita tak boleh sekali kali meremehkan orang yang berbuat maksiat di awal hidupnya dan jangan juga terlalu mengkultuskan para ustads, kiyai sebagai orang yang dimulyakan.

Matematika Allah swt memiliki perhitungan tersendiri. Bahkan dlm Al Quran surah Al Qiyamah: 14-15 ada di jelaskan manusia itu akan menjadi saksi atas dirinya sendiri dan Allah belum tentu menerima alasan alasannya.

Kenapa bisa ceritanya di luar nalar logika dan akal sehat manusia. Karena agama terkadang sulit di logikakan bahkan bisa jadi logika tak terpakai kalau keluasan rahmat dan kasih sayang Allah yang bicara pada hamba-Nya yang Allah ridhoi.

Baca Juga:   Werving Penerimaan Cata di Bone di ikuti 265 Orang

Tulisan ini tidak untuk melegalkan prostitusi dan pencurian serta maksiat lainnya tapi ingin menjelaskan kepada saudara seiman bahwa rahmat Allah itu luas tak bertepi bagi yang ber tauhid dan masih ada setitik iman dalam hatinya maka peluang masuk sorga dan mendapat ampunan Allah masih terbuka lebar bahkan sepanjang nyawa atau roh masih ada dikerongkongan masih berpotensi ada pemutihan dosa, dan diterima tobatnya dengan kalimat tauhid dan husnul khatimah.

Agama terkadang membuat kejutan yang sulit dilogikakan, contoh dibulan ramadhan ini yang penuh ampunan, orang berlomba lomba bersedekah karena agama Islam mengajarkan bahwa sedekah itu dapat menyelamatkan siksa kubur dan siksa api neraka, sekalipun sepotong roti saja, hal ini sulit di logikakan. Itulah matenatika agama sulit dilogikakan.

Baca Juga:   AKUMANDIRI Sulsel Gelar Webinar Literasi Digital, Dorong UMKM Bertransformasi di Masa Pandemi

Satu contoh dari sekian banyak contoh Rasulullah bersabda ‘Satu dirham bisa mengalahkan 100 ribu dirham ..sahabat bertanya ‘kok bisa ya Rasul’ Maka Rasulullah menjelaskan ‘ada orang hanya memiliki dua dirham tapi dia sedekahkan satu dirham, sementara ada orang yang memiliki banyak harta, banyak dirham tapi kemudian hanya bersedekah seratus ribu dirham untuk sedekah ( HR.An-Nasai), kalau pakai logika sulit di pahami tapi itulah matematika agama terkadang sulit dilogikakan.

Mari teruslah berbuat baik dan bersedekah dan tak perlu mengukur kecilnya perbuatan baik dan sedekah kita karena boleh jadi sedekah kecil tapi berat timbangannya di sisi Allah Swt.Wslm Dakwah SIPAKAINGA.

  • Bagikan

advertisement
Terima Update Berita    OK No thanks