Komite Pergerakan Rakyat Desak Kejati SulSel Usut Dugaan Kasus Korupsi Dermaga Jampea

  • Bagikan
Komite Pergerakan Rakyat saat diterima pihak kejati Sulsel

Makassar, mediumindonesia.com – Pembangunan rehabilitasi dermaga Jampea, Kabupaten Kepulauan Selayar terus menuai sorotan dari berbagai elemen masyarakat di Sulsel (Sulawesi Selatan). Pembangunan dermaga yang kemudian disinyalir tidak sesuai dengan bestek dan tidak memenuhi standar, terus dipersoalkan oleh Komite Pergerakan Rakyat.

Melalui konferensi pers, Komite Pergerakan Rakyat membeberkan bahwa dalam pembangunan atau rehabilitasi dermaga Jampea penuh dengan indikasi intrik korupsi.

H. Andi Iwan Darmawan Aras, SE., M.Si (Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Sulawesi Selatan)

“Kejati Sulsel mesti menindak tegas kasus indikasi korupsi di rehabilitasi dermaga Jampea yang kemudian sesuai hasil investigasi dan monitoring yang dilakukan oleh Komite Pergerakan Rakyat menemukan bahwa, beberapa material yang digunakan dalam pembangunan dermaga tidak sesuai spesifikasi yang tertera dalam RAB,” beber Dhedy Jalarambang.

Baca Juga:   A. Utta : Konsen Pada Peningkatan Produksi, Cara Ampuh Menumbuhkan Ekonomi.

Selain itu, Komite Pergerakan Rakyat juga menuturkan bahwa dengan anggaran kurang lebih 9M pada rehabilitasi dermaga Jampea sangat tidak masuk akal dengan kondisi lapangan yang ada.

“Paket pekerjaan rehabilitasi fasilitas pelabuhan laut Jampea, nilai kontrak Rp. 9.755.700.000, dengan menggandeng kontraktor pelaksana PT. Rama Sarana Persada, satuan kerja kantor unit penyelenggara pelabuhan kelas III Jampea kami duga penggunaan bahan material pasir lokal tidak sesuai spesifikasi teknis sebagai mana tertuang dalam dokumen kontrak,”. tegas Dhedy.

Sementara itu Kasi Penkum Kejati Sulsel, Idil yang menyambut massa aksi, menyampaikan pihaknya akan segera melakukan penyelidikan terkait tuntutan Komite Pergerakan Rakyat.

“Kami akan lakukan penyelidikan terkait persoalan di Selayar”, ujar Idil.

Baca Juga:   Mengenal Ayat Diri Buah Jalan Hidup Bersama Eko Sriyanto Galgendu

Setelah beberapa saat melakukan aksi unjuk rasa, dan diterima oleh pihak Kejati, massa pun membubarkan diri. (**)

  • Bagikan
Medium Indonesia Apakah Anda ingin lanjut membaca berita Tidak Iya