Dunia Menanggapi Perseteruan Israel-Palestina

  • Bagikan

Mediumindonesia.com, Jakarta – Palestina merupakan sebuah negara yang berada di timur tengah antara laut tengah dan sunga Yordan. Status politiknya masih dalam perdebatan tetapi Sebagian besar negara di duni termasuk negara anggota OKI, Liga Arab, Gerakan non/blok, dan ASEAN sudah mengakui keberadaan negara Palestina.

Seringkali kita dengar kata negara Palestina pasti merujuk kepada konflik peperangan antara negara Israel. Awal mula terjadinya konflik Israel-Palestina itu setelah berdirinya negara Israel pada tahun 1948.

Pada saat itu warga palestina keberatan dan mencegah terbentuknya negara Israel disitu juga awal mula perang ini terjadi. Dilihat dari kejauhan konflik antara Israel dan Palestina seolah tidak mudah berakhir begitu saja, mengingat banyak sumber dan sebab pertikaian keduanya yang sudah terjadi sejak lama dan insiden tersebut terulang terus menerus.

Terlepas dari itu semua masih banyak faktor yang menyebabkan itu semua terjadi salah satunya paling awam yaitu perebutan wilayah gaza perebutan wilayah tersebut berimbas terjadinya peperangan dan menjadi alasan Israel menyerang palestina.

Di tengah kondisi perang itu Israel juga sempat menawarkan untuk mengembalikan tetapi karena banyak persyaratan yang memberatkan Palestina maka penawaran tersebut ditolak. Pada awalnya peperangan ini dimulai karena perebutan wilayah namun seiring berjalannya waktu peperangan ini jadi semakin meresahkan negara-negara lain karena Israel menyerang tempat- temoat ibadah di Palestina dan dimana tempat-tempat yang di bom oleh Israel masih banyak penduduk palestina yang sedang beribadah oleh karena itu banyak negara-negara terutama negara yang bermayoritas tertentu turut membantu palestina.

Baca Juga:   Mengusik “Kenyamanan” Partai Demokrat

Indonesia sebagai salah satu negara yang mayoritas penduduknya adalah agama tertentu yaitu muslim yang ikut turut membantu palestina, tetapi Indonesia membantu palestina bukan hanya karena alasan penduduk islam yang di serang di palestina.

Indonesia turut membantu palestina karena Indonesia dan palestina telah menjalin hubungan baik sejak awal kemerdekaan pada 1945 palestina merupakan negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Mengapa peran palestina sebagai negara pertama yang mengakui Indonesia telah merdeka di anggap sangat penting? Karena salah satu syarat menjadi negara yang merdeka itu adanya pengakuan dari negara lain bahwa benar negara tersebut sudah merdeka.

Pada tahun 1989 hubungan diplomatis antara Indonesia dan palestina di mulai, dengan membukanya kedutaan besar di kedua negara. Indonesia yang menerapkan politik luar negeri bebas aktif terus memperjuangkan kemerdekaan palestina karena Indonesia merasa memiliki kesamaan nasib untuk lepas dari belenggu penjajahan yang kini sedang di rasakan oleh palestina.

Bentuk bantuan yang di Indonesia kepada palestina menurut Dirjen Kerjasama Multilateral Kementrian Luar Negeri ( Kemenlu) Febrian Alphyanto Ruddyard mengatakan “ Kita akan memberikan bantuan kemanusiaan kepada bangsa Palestina Sebesar 500.000 dollar melalui Palang Merah International,” pada rapat Bersama Komisi I DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/5/2021).

Menurut Febrian, tidak hanya bantuan sebesar 500.000 dollar, tetapi sebelumnya pun Indonesia telah memberikan bantuan kepada Pemerintah Palestina dalam rangka pembangunan Ekonomi. Menteri Luar Negri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan dalam konferensi pers yang di tayangkan di sebuah platform bernama youtube pada akun Youtube Sekertariat Presiden, Rabu (12/5/2021) bahwa Indonesia juga terus mendesak Dewan Keamanan PBB agar dapat mengambil Langkah nyata untuk menghentikan kekerasan dan menghadirkan keadilan serta perlindungan bagi Palestina.

Baca Juga:   Matematika Agama dan Logika

Tidak hanya pemerintahan dan masyarakat Indonesia yang turut membantu Palestina tetapi banyak negara negara lain yang tidak bermayoritas penduduk memeluk agama tertentu yang turut membantu Palestina atas dasar kemanusiaan.

Negara yang membantu palestina selain Indonesia antara lain Malaysia dan Brunei Darussalam yang mengutuk kekerasan yang di lakukan Israel terhadap Palestina. Kemudia. Pada tahun 2020, China secara tegas menentang adanya rencana aneksasi wilayah tepi Barat oleh negara Israel di hadapan Komunitas International.

Negara Yordania turut serta mendukung Negara Palestina. Parlemen Yordania bahkan menyampaikan mosi untuk mendesak pemerintahan mengusir Duta Besar Israel sebagai bentuk protes dari Yordania. Menteri Luar Negeri Bahrain mengungkapkan solidaritas Kerajaan Bahrain dengan rakyat Palestina, menekankan posisi Kerajaan Bahrain yang sangat mendukung perjuangan Palestina, meyakini hak rakyat Palestina untuk membangun negara merdeka, dengan
Yerusalem Timur sebagai ibukotanya, berdasarkan prinsip solusi dua negara dan Inisiatif Perdamaian Arab dan sesuai dengan keputusan sah internasional yang relevan.

Pernyataan tersebut dikeluarkan kantor Menteri Luar Negeri Bahrain, Abdullatif bin Rashid Al Zayani saat menghubungi Menteri Luar Negeri Palestina, Riyadh Al-Maliki.

Baca Juga:   Bukan Suara Hati Honorer

Qatar turut membantu Palestina Bersama 6 negara lainnya. Mesir membuka perbatasan Rafah dengan Gaza pada Sabtu (15/5) untuk memberikan akses kepada 10 ambulan agar dapat mengangkut warga Palestina yang terluka parah dalam serangan udara Israel, ke rumah sakit yang terdapat di Mesir.

Turki jadi negara yang mendukung Palestina dengan cara mengecam tindakan Israel. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menekankan pentingnya komunitas internasional untuk memberi Israel pelajaran yang kuat dan membuat jera. Presiden
turki juga mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera turun tangan dengan secara tegas dan dengan pesan yang jelas kepada Israel.

Melihat dari banyaknya negara di dunia yang turut mendukung Palestina membuktikan bahwa sebenarnya masih banyak negara negara yang mau untuk saling bantu membatu ketika ada negara yang sedang kesusahan atau sedang tertindas tanpa harus berlandaskan karena kesamaan tertentu seperti, ras, agama, dll.

Dari beberapa pernyataan dari negara-negara diatas yang turut membantu Palestina tidak hanya satu atau dua negara yang meminta PBB untuk lebih tegas kepada Israel agar berhenti melakukan apa yang sedang dilakukannya saat ini. Generasi yang akan datang nantinya akan melihat sejarah tentang kejadian ini dan melihat orang-orang politik memberikan kalimat seakan-akan netral kepada dunia karena dia takut ditegur atas apa yang dilakukan. (*)

Cizen Reporter/Opini:
Nama : Saskia Kultsum
Kelas : HI C
Nim : 202010360311166

  • Bagikan

advertisement
Terima Update Berita    OK No thanks