Korban Hanyut di Sungai Tangka Sinjai Belum Ditemukan, Basarnas Perluas Titik Pencarian

  • Bagikan
Koordinator Basarnas Bone, Febrianto saat wawancara di lokasi pencariann korban. (Dok. Thatang/ Medium Indonesia)

Mediumindonesia.com, Sinjai – Memasuki hari ketiga, sejumlah tim masih melakukan pencarian korban terseret arus Sungai Tangka, perbatasan kabupaten Bone-Sinjai. Selasa (10/5/2022).

Tim yang terlibat dari Basarnas, BPBD Sinjai dan Bone, Satgana PMI Sinjai, SAR Satpol PP Bone, SAR Satrimob Batalyon C Pelopor Polda Sulsel, Polairud Polres Sinjai.

Korban Andi Ridwan adalah Warga Lappacinrana, Kecamatan Bulupoddo, Kabupaten Sinjai, yang dilaporkan hanyut saat menyeberang di Sungai Tangka pada Minggu, 8 Mei 2022 lalu.

Koordinator Basarnas Bone Febrianto mengaku sedang mengalami kesulitan dan saat melakukan pencarian disebabkan kondisi arus air sangat deras dan keruh.

“Rencana awal kan kami akan melakukan penyelaman, setelah kami melihat kondisi air yang tidak memungkinkan sehingga kami membatalkan dan kami melakukan penyisiran,” jelasnya saat ditemui di lokasi.

Langkah selanjutnya kata Febrianto dengan cara menggunakan perahu karet dalam melakukan penyisiran dari lokasi hingga daerah pesisir kota Sinjai.

“Sebanyak Dua perahu karet yang diturunkan milik Basarnas dan BPBD, Titik Pencarian terus kami perluas hingga kurang lebih 30 Nautical Mile dari titik lokasi kejadian,” sebut Febrianto.

Febrianto menjelaskan, dalam proses pencarian, pihaknya mengupayakan mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) pencarian hingga Tujuh hari.

“Kalau sampai dihari ketujuh pencarian korban belum ada tanda-tanda atau ditemukan, pencarian kami hentikan sementara sambil menunggu informasi dari pemerintah daerah, apabila ada tanda-tanda maka operasi SAR kami buka kembali,” jelasnya.

  • Bagikan

advertisement