Sudah Sepekan Distribusi Air Bersih PDAM Jeneponto Macet, Pelanggan Mandi dan Mencuci Pakai Air Galon

  • Bagikan
Kantor PDAM Jeneponto. (Dok. Int)

Mediumindonesia.com, Jeneponto – Pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jeneponto mengeluh akibat macetnya pendistribusian Air bersih ke pelanggan.

Pasalnya, sudah seminggu warga Tamanroya, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, mandi hingga mencuci menggunakan air galon.

Hal itu terjadi lantaran PDAM setempat tak kunjung mengalir. Warga kemudian dibuat kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.

Salah satu warga bernama Rahman mengaku telah membeli air galon untuk keperluan mandi dan mencuci.

“Putus asa saya menunggu air PDAM yang belum mengalir sampai sekarang. biasanya kalau mati tidak pernah lama, biasa kalau macet 2 hari sudah mengalir lagi,” kata Rahman kepada wartawan, Sabtu (7/5/2022).

Rahman mengaku tak mampu lagi apabila harus membeli air galon tiap hari. Padahal, iuran air ledeng rajin dia bayar tiap bulan.

“Kami selaku pengguna air PDAM berharap kepada direktur PDAM Jeneponto, agar segera mengurangi beban masyarakat, upayanya air PDAM segera mengalir seperti biasa,” terangnya.

Sementara itu, Kabag Umum PDAM Jeneponto Leo Senopati mengaku, sudah mendengar keluhan para pelanggan tersebut.

Menurutnya, air tak mengalir disebabkan karena kapasitas pompa yang digunakan tak cukup. Sehingga, pompa utama rusak.

“Sementara pompa cadangan yang dioperasikan, sejak sebelum lebaran kita coba contak bengkel untuk dicervice ternyata tutup juga dan nanti hari Senin tanggal 9 baru buka bengkelnya. Insha allah minggu depan sudah normal kembali,” kata Leo Senopati.

Kata Leo, kerusakan ini dipicu lantaran pompa air sudah memasuki usia tua. Kebocoran juga disebut tak berpengaruh. Kejadian tersebut juga sudah disampaikan kepada pihak Sub IKK Boyong.

“Kerusakan memang faktor usia pompa, kalau kebocoran tidak terlalu berpengaruh denga distribusi. Secara resmi belum, tapi kami sudah coba melalui Sub IKK Boyong. Agar diberikan pemahaman pada pelanggan,” katanya.

Melihat kerusakan dan keluhan tersebut, ia atas nama PDAM meminta maaf kepada para pelanggan yang terdampak krisis air bersih.

“Saya selaku kabag umum memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada warga yang terdampak krisis air, kami berupaya semaksimal mungkin untuk menormalkan kembali distribusi air ke wilayah Tamanroya,” pungkasnya.

 

Penulis: Akbar

  • Bagikan

advertisement