Diduga Ada Pungli Retribusi di Objek Wisata Tahura Sinjai Borong, Pihak Terkait Diminta Turun Tangan

  • Bagikan
Taman Hutan Raya Abdul Latief Sinjai Borong. (Ist)

Mediumindonesia.com, Sinjai - Objek Wista di Taman Hutan Raya (Tahura) di Kecamatan Sinjai Borong, Kabupaten Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan kembali menjadi sorotan setelah beredar video adanya dugaan parktek pungutan liar (Pungli) dan berbau korupsi, Selasa (3/5/2022).

Dalam video tersebut, aroma pungli dibalik biaya retribusi atau karcis masuk dimana sejumlah pengunjung atau wisatawan mempertanyakan tindakan yang dilakukan petugas karcis.

“Biaya karcis masuk Rp10.000 per orang, kami berjumlah 6 orang jadi kami bayar Rp60.000 semua, tapi karcis yang diberikan Cuma 4 lembar, inimi saya mau pertanyakan juga,” bebernya dalam video yang beredar.

Hal senada juga disampaikan oleh Zakkir pengunjung asal Sinjai mengaku membayar retribusi karcis masuk sebesar Rp30.000 namun hanya diberi 2 lembar karcis sementara Zakkir berteman 3 orang.

Yang lebih parahnya lagi, rombongan pengunjung lokal dari Desa Barambang tetangga Desa lokasi objek Wisata Tahura itu berjumlah 16 orang lalu kemudian membayar sebesar Rp160.000 namun mereka tidak ada selembar karcis yang diberikan oleh petugas.

Menanggapi hal tersebut, Tokoh Masyarakat setempat Muh Sudjardy Djaya berharap pihak terkait dengan adanya dugaan pungli retrbusi di Tahura segera diusut tuntas karena dikhawatirkan masyarakat akan bertindak sendiri.

“Sebelum masyarakat yang bertindak, diharapkan pihak yang berkompeten segera menangani masalah ini, karena hal ini sudah berlangsung lama. Sudah tidak bisa ditolerir,” tegasnya.

Selain adanya dugaan pungli, Sudjardy juga mengaku kerap menerima keluhan masyarakat yang berdomisili di ujung barat Tahura, mereka merasa sangat dirugikan apabila ada sanak keluarga yang berkunjung atau bersilaturahmi karena mereka juga dikenakan biaya retsribusi karcis.

“Terkadang ada warga yang datang hanya untuk bersilaurhami dengan keluarganya yang bermukim di sekitar area Tahura itu tapi kok mereka juga dikasi bayar, Stop Pungli,” ujanya.

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata kabupaten Sinjai Yuhadi Samad mengaku sudah menerima informasi tersebut, pihaknya akan menindaklanjutinya.

“Kami sudah perintahkan Bidang yang menangani untuk segera turun langsung ke lapangan megecek kebenarannya,” katanya.

 

Penulis: Thatang

  • Bagikan

advertisement