Hampir Sebulan Pasca Gempa, Kabiraan Masih Terisolir. Ibu Melahirkan Ditandu ke PKM Terdekat

  • Bagikan
Salah satu tempat pengungsian di Desa Kabiraan Kec. Ulumanda Kab. Majene

Majene, mediumindonesia.comRelawan Komite Pemantau Legislatif (KOPEL) di daerah bencana hingga kemarin Rabu, (10/12) masih di lokasi pengungsian. Sambil membawa bantuan, juga pendataan Balita dan Bumil/menyusui untuk kepentingan penanganan saat tahap pemulihan pasca bencana.

Tadi malam, Sekprov Sulawesi Barat Dr. Muhammad Idris, M.Si. di sela-sela sambutannya pada acara pelantikan Pengurus BADKO HMI Sulselbar mengungkapkan saat ini Sulbar sedang masa transisi dari tanggap darurat ke tahap recovery.

Dalam darurat kebencanaan ini, KOPEL  Indonesia selain menyalurkan bantuan kebutuhan korban bencana, di saat bersamaan  juga  melakukan advokasi kebijakan, khususnya penanganan pada kelompok rentan, ibu hamil, ibu menyesui dan balita.

KOPEL mendorong pemerintah tidak gagap dalam menghadapi bencana. KOPEL mendorong Pemda  seyogyanya lebih sigap dan sudah memiliki sistem penanganan bencana yang lebih khusus kepada kelompok rentan, misalnya dalam bentuk SOP yang terukur dan bisa dilaksanakan para pihak yang berwewenang.

Baca Juga:   Bupati Bulukumba, Muchtar Ali Yusuf, Terima Penghargaan Forum Pinisi Sultan.

Bahkan sekarang ini dalam fase menuju recovery, seharusnya Pemerintah sudah bergerak melakukan revisi APBDnya. Sebab hampir pasti  APBD sebelumnya tidak desain mengatasi bencana separah sekarang ini.  Program-program yang tidak mendesak segera pangkas habis dialihkan penanganan bencana.

“Tidak boleh ada nyawa manusia  hilang hanya karena kita lambat bergerak,”  ujar Andi Firman Kordinator Tim relawan  KOPEL Peduli Kemanusiaan untuk Sulbar.
Tanggung jawab Pemerintah dan Pemerintah Daerah harus dipastikan punya dampak yang besar bagi masyarakat, mengajak masyarakat dan pemerintah bersama bahu membawa Sulbar segera bangkit.

“Teman-teman relawan saat ini masih di lapangan. Sambil membawa bantuan, juga mempersiapkan tahap advokasi pasca bencana. Kita mau pastikan bahwa korban bencana khususnya masyarakat rentan Balita, Bumil/menyusui dapat terfasilitasi dengan baik,”kata Herman Ketua Yayasan KOPEL Indonesia.

Baca Juga:   Covid, Haji dan Liga Eropa .

Herman menambahkan pekan ini pihaknya kemungkinan  akan menambah tim relawan ke Mamuju guna membackup tim yang sudah bertugas selama ini.

“Daerah Tamerimbi Desa Kabiraan Kec. Ulumanda Kab. Majene. Hingga saat ini daerah ini masih terisolir akibat terputusnya akses jalan  yang diakibatkan longsor. Bantuan untuk pengungsi pun ke daerah ini masih terbatas,” tutur Hirjayadi, Mantan Ketua HMI Cabang Makassar yang bertugas jadi relawan KOPEL dari lokasi.

Bukan hanya bantuan untuk pengungsi yang terbatas, ibu hamil yang sebelumnya ingin melahirkan terpaksa ditandu Karena akses jalan yang masih  tertutup (tidak bisa dilalui mobil).

“Kemarin seorang ibu hamil yang akan melahirkan terpaksa ditandu malam-malam ke PKM Malunda yang terdekat sejauh kurang lebih 9 km karena akses jalan belum bisa dilalui,” tambahnya.

Baca Juga:   Ketua KSP Berkat Serahkan Dua Unit Motor Sampah, Ini Disampaikan Bupati A.Utta

Desa Kabiraan ini menjadi daerah terparah di Kecamatan Ulumanda Kab. Majene. Warga setempat berharap segera mendapat hunian yang lebih layak karena kelompok rentan saat ini sangat berpotensi terserang penyakit akibat terlalu lama di tenda pengungsian.

  • Bagikan

advertisement
Terima Update Berita    OK No thanks