Covid, Haji dan Liga Eropa .

  • Bagikan
Prof. H. Abd. Rasyid Masri

Prof. Dr.H.Abd.Rasyid Masri.,M.P.d.,M.S.i.,M.M

( Akademisi dan Pebisnis )

Corona alias covid 19, sejak awal  kehadirannya  penuh misteri, polimik publik terus berhadap hadapan antara  yang meyakini corona sebagai rekayasa politik ekonomi global dan corona sebagai fakta empiris, realitas  virus yang mematikan .

Sudah kurang lebih 2 tahun berjalan publik belum semua yakin kalau virus corona itu adalah nyata terutama pada masyarakat marjinal perkotaan yang tiap hari harus kerja untuk mempertahankan hidup anak dan istrinya dan masyrakat di pelosok desa yang jauh dari pelayanan dokter,namun berbeda pada golongan masyarajak  kelas menegah terutama yang berpendidikan sangat yakin bahwa corona /covid 19 itu nyata adanya .

Terlepas corona adalah rekayasa politik ekonomi global dan fakta empiris sebagai virus yang mematikan tapi efeknya bukan hanya menghantam aspek kesehatan pisik, ekonomi dan politik tapi faktanya secara sosial melahirkan kecemasan kuar biasa yakni  social Anxiety disorder .

Corona memberikan rasa takut yang amat dahsyat di seluruh dunia, bahkan mampu menghentikan pengiriman jamaah haji bangsa bangsa muslim se dunia, khususnya Indonesia sebagai pemilik populasi muslim terbesar sedunia pada hal menjalankan ibadah haji itu perintah Tuhan yang maha esa pencipta covid 19.  Namun faktanya perintah Tuhan dapat dibatalkan dengan rasa takut dan kecemasan sosial ( social Anxiety disorder ).

Tapi disaat Yg bersamaan di belahan dunia lain pesta besar besaran dan kerumunan serta eforia penonton liga Eropa Yg dulu di kenal piala UEFA juga tetap ramai walau tetap dengan izin terbatas.

Pertayaan kritis sekitaran covid antara fakta dan rekayasa masih terus terdengar, bahkan masih ramai di media sosial padahal pemerintah sudah kerja berusaha melakukan pengurangan ketidakpastian  uncertainty reduction untuk mengururagi rasa takut masyarakat , mengeluarkan seluruh potensi dan sumber daya dan dana besar melawan penularan covid dan hasilnya terlihat cukup signifikan berhasil merem laju penularan covid 19. Walaupun secara kasuistik di beberapa daerah kabupaten dan ibu kota Jakarta kembali meningkat akibat efek libur panjang dan gerakan mudik massal yang sulit dikendalikan sepenuhnya .

Efek corona dalam perspektif sosiologi menciitakan  gangguan kecemasan sosial, gangguan jiwa dan ketidak pastian  hidup, banyak masyarakat kehilangan orientasi hidup, kehilangan penghasilan , kehilangan pekerjaan yang berdampak pada banyaknya masyarakat sekarang terjangkiti penyakit social Anxiety Disorder yakni gangguan kecemasan sosial rasa was was dalam menghadapi ancaman corona dan ancaman ke langsung hidup keluarganya.

Semua masalah dan semua penyakit pandemi sebagai bangsa yang berketuhanan meyakini pasti ada akhirnya dan semua penyakit bagi umat Islam meyakini ada obatnya karena Allah yang menciptakan penyakit maka Allahnjugabysng akan menurunkan penawarnya .

Tapi solusi yang pasti Alquran mengajarkan dengan metode terbaik yakini jadikan sabar dan Shalat sebagai penolongmu .wslm
Baca Juga:   KOPEL Indonesia Desak Perubahan APBD 2021 Mamuju dan Majene, Ini Ulasannya
  • Bagikan

advertisement
Terima Update Berita    OK No thanks