GUSDURian Bantaeng Kolaborasi Boetta Ilmoe , Bedah Buku Kyai Saleh Dan Moderasi Agama

  • Bagikan
Saprillah Syahrir Al-Baiqunie saat memaparkan materi bedah buku (kanan), Sulhan Yusuf, Founder Boetta Ilmu yang juga pembina GUSDURian Bantaeng (tengah), dan Irsan Akbar sebagai moderator acara (Kiri).

Bantaeng, mediumindonesia.com – Jaringan GUSDURian Kabupaten Bantaeng dan Boetta Ilmoe berkolaborasi menggelar kegiatan bedah buku “Kyai Saleh & Moderasi Beragama” yang berlangsung di Jl. Raya Lanto, Bantaeng, Sabtu (28/02).

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. H. Saprillah Syahrir, M.Si selaku Kepala Balai Litbang Agama Makassar sekaligus Penulis buku Kyai Saleh, dan Sulhan Yusuf sebagai Founder Boetta Ilmoe yang juga menjabat Pembina GUSDURian Bantaeng.

Sebelumnya Dr. H. Saprillah Syahrir, M.Si juga menjelaskan pada salah satu konten podcast channel youtube, yakni KAMPUS41 (Kamar Pustaka 41) tentang pentingnya moderasi beragama.

“Moderasi beragama bukanlah ideologi, moderasi beragama adalah sebuah cara pandang terkait proses memahami dan mengamalkan ajaran agama agar dalam melaksanakannya selalu dalam jalur yang moderat. Moderat disini dalam arti tidak berlebih-lebihan atau ekstrem, jadi yang dimoderasi disini adalah cara beragama, bukan agama itu sendiri,” jelasnya.

Baca Juga:   Pemkab dan Kejari Luwu Utara Teken MoU, Bupati Indah: Inovasi Butuh Pendampingan
Foto bersama GUSDURian dan Boetta Ilmoe setelah acara bedah buku selesai

Dalam kegiatan bedah buku tersebut, Mantan Ketua PC PMII Metro Makassar Periode 2001-2003, Saprillah Syahrir atau yang akrab disapa dengan panggilan Pepy Al-Bayqunie mengatakan Kyai Saleh telah menjadi satu identitas penting dalam sejarah hidup saya.

“Kyai Saleh telah menjadi satu identitas penting dalam sejarah hidup saya, khususnya dalam dunia tulis menulis. Sebab, Kyai Saleh sudah menjadi tempat bagi saya dalam menitipkan pesan-pesan kebaikan yang dapat ditelaah, didengar, dan dicermati oleh para pembaca,” ucap Pepy Al-Bayqunie.

Dalam kesempatan itu juga, Sulhan Yusuf memberikan penjelasan tentang Substansi dari moderasi beragama. Menurutnya, moderasi beragama adalah pemantik agar kita mempunyai pertimbangan lain dalam melihat suatu gagasan dan hidup beragama.

Baca Juga:   Kepala Kesbang Makassar Sosialisasikan Makassar Recover Saat Buka Puasa KKP

“Moderasi beragama adalah pemantik agar kita mempunyai pertimbangan lain dalam melihat suatu gagasan dan hidup beragama. Karena mungkin selama ini kita hanya fokus pada satu ideologi dan satu konsep beragama, padahal masih banyak gambaran lain untuk cara beragama,” pungkas Sulhan.

Sementara itu moderator dalam kegiatan bedah buku ini sekaligus Ketua Jaringan GUSDURian Bantaeng, Irsan Akbar berharap agar kegiatan ini dapat menebar nilai-nilai moderat.

“Semoga kegiatan yang kita laksanakan pada malam ini, bisa menebar nilai-nilai moderat sebagai acuan pemikiran Gusdur,” ujarnya. (**IA)

  • Bagikan

advertisement
Terima Update Berita    OK No thanks