33 Terduga Teroris di Sulsel Ditangkap Densus 88, Terbaru Pegawai di Maros

  • Bagikan
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol E. Zulpan

Mediumindonesia.com, Sulsel – Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri telah menangkap 33 terduga teroris pasca bom bunuh diri pasangan suami-istri di Gereja Katolik Katedral Keuskupan Agung Makassar, Sulsel.

Mereka terdiri atas 31 laki-laki dan 2 perempuan. Ke 33 orang terduga teroris ini ditangkap dibeberapa wilayah berbeda di Sulawesi Selatan, seperti Kabupaten Maros, Gowa, Bone dan Kota Makassar.

Mereka memiliki peran sebelum L dan YSF meledakkan bom di Gereja Katolik Katedral Makassar.

“Orang yang ditangkap sekarang ini kan adalah orang yang mendukung. Ada yang dukung bantu buat bom, bantu survei jalan, bahkan ada yang memberi motivasi semangat,” tandas Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol E Zulpan.

Baca Juga:   Dugaan Rekayasa Lelang Proyek Stadion Andi Mattalatta Hingga Peran Staf Khusus Gubernur

Terkini, petugas menangkap pegawai BUMN berinisial N di Kabupaten Maros.
“Untuk saat ini, sudah 33 orang. Terakhir, berinisial N di Maros,” kata Zulpan, Selasa 20 April 2021 kemarin.

N merupakan pria kelahiran Kota Makassar, pada tahun 1963. Dia belakangan ini berdomisili di salah satu perumahan di Kecamatan Mandai Makassar.

N diduga terlibat dalam bom bunuh diri di Gereja Katolik Katedral Keuskupan Agung Makassar, beberapa waktu lalu.

“Masih ada kaitannya dengan Vila Mutiara dan bom bunuh diri,” ujar Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol E.Zulpan.

Berdasarkan kartu identitasnya, N tercatat bekerja sebagai Karyawan BUMN. Namun, Zulpan enggan membeberkan BUMN yang dimaksud. N juga merupakan saudara kandung salah satu eks napiter di Kota Makassar, Sulsel.

Baca Juga:   Musrenbang RKPD Tahun 2022 dilakukan secara Viritual, Ketua DPRD Kukar Sampaikan Pokir Ini.

“Saya belum bisa membenarkannya karena Tim Densus 88 masih bekerja, memeriksa semua orang yang ditangkap secara intensif. Nanti Densus 88 yang akan menjelaskan,” terangnya. ***

Penulis: Yus
Editor: MJ

  • Bagikan

advertisement
Terima Update Berita    OK No thanks