Sasar Wilayah Tertinggal, Kemdikbud RI Luncurkan Program Kampus Mengajar

  • Bagikan

Jakarta, mediumindonesia.com– Sebagai bagian dari program Kampus Merdeka, mulai tahun ini Kemdikbud RI melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Dikti (Ditjen Dikti) mencanangkan Program Kampus Mengajar. Sosialisasi Program Angkatan I dihelat Sabtu (13/2) via online secara nasional.

Sosialisasi ini bermaksud memberikan sejumlah informasi yang terkait dengan program Kampus Mengajar. Beberapa elemen yang hadir sebagai peserta sosialisasi ini adalah unsur perguruan tinggi baik yang berasal dari perguruan tinggi negeri dan swasta yang berasal dari seluruh Indonesia.

Sesditjen Dikti Kemdidbud Dr. Ir. Paristiyanti Nurwardani, dalam kegiatan ini memotivasi kepada mahasiswa dan dosen agar berperan serta dalam program kampus mengajar sebagai bagian kepedulian memajukan pendidikan di Indonesia terutama yang berada di wilayah-wilayah tertinggal.

Baca Juga:   Gubernur Kaltim Usul Guru Honorer Menjadi ASN - P3K, Ini Tanggapan DPRD Provinsi

Sementara itu Direktur Belmawa Ditjen Dikti Kemdikbud RI, menegaskan bahwa Program Kampus Mengajar bermanfaat bagi perguruan tinggi khususnya dosen. Menurutnya, beberapa manfaat yang dimaksud diantaranya memberikan kesempatan untuk dosen lintas prodi untuk berkolaborasi dengan mahasiswa dan sekolah untuk memajukan pendidikan.

Sementara itu salah seorang Dosen FIP UNM Dr. Muhammad Akil Musi, yang juga turut dalam kegiatan ini menyebut program Kampus Mengajar ini sebagai langkah strategis untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar dan mengembangkan diri melalui aktivitas di luar kelas perkuliahan.

“Program ini akan memberikan pengalaman baru sebab kita akan berkolaborasi dalam lintas disiplin ilmu baik kepada mahasiswa dan tentu juga bagi sekolah”, ujarnya

Baca Juga:   Hadirkan Reviewer Nasional, PGSD FIP UNM Gelar Coaching Clinic Proposal PKM.

Di program kampus mengajar nantinya, mahasiswa akan ditempatkan di sekolah dasar di seluruh Indonesia dan membantu proses belajar mengajar di sekolah sehingga sekolah yang dipilih mendapat kesempatan belajar optimal di kondisi terbatas dan kritis selama pandemi (**Aksi).

  • Bagikan

advertisement
Terima Update Berita    OK No thanks