Strategi Pemulihan ekonomi nasional di masa pandemi Covid-19

  • Bagikan
Dr.Isradi zainal Rektor Universitas Balikpapan/Ketua Komisi II Dewan Kesehatan dan Keselamatan kerja Nasional (DK3N)

Oleh : Dr. Isradi zainal
Rektor Uniba/Direktur Indeks Survey Indonesia (INSURIN)

Covid-19 yang untuk pertama kalinya ditemukan di Wuhan pada bulan Desember 2019 dan dalam waktu singkat menjadi pandemi dan telah menyebar ke seluru dunia termasuk Indonesia, membuat ekonomi nasional menjadi porak poranda dan memerlukan strategi bagi pemulihan ekonomi nasional. Dalam mengatasi Covid-19 ini, pemerintah telah mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti undang undang no. 1 tahun 2020 yang kemudian berubah menjadi undang undang no. 2 tahun 2020 sebagai landasan dan strategi bagi pemulihan ekonomi nasional sekaligus memberi dukungan negara bagi penanggulangan Covid-19.

Berdasarkan undang undang no. 2 tahun 2020 strategi pemertintah dalam memulihkan ekonomi nasional di masa pandemi Covid-19 adalah dengan menggelontorkan dana pada tahap awal sebesar 87 Triliun yang diperuntukkan sebagai kebutuhan pokok sarana dan prasarana kesehatan termasuk tunjangan bagi tenaga kesehatan dan penelitian, bantuan sosial sebesar lebih dari 200 triliun, dukungan kepada UMKM, dll(www.itb.id). triliun, dukungan kepada UMKM, dll(www.itb.id).Strategi ini mesti didukung oleh banyak pihak dan membutuhkan keterlibatan semua pihak, baik pemerintah, swasta, akademisi, media massa, organisasi masyarakat, perusahaan dan lain lain yang biasa diistilahkan dengan multihelix.

Baca Juga:   Menata IKN Baru 'Sepakunegara'

Menurut Ferij Wariyyo, ketua umum ISEI yang juga Gubernur Bank Indonesia, ada 3 strategy yang bisa dilakukan dalam mendukung pemulihan ekonomi, diantaranya : pentingnya digitalisasi khususnya bagi sektor UMKM untuk melahirkan new UMKM yang berbasis digital, pentingnya membangun ekonomi dari daerah termasuk melakukan inovasi-inovasi diberbagai sektor ekonomi, dan membangun ekonomi kreatif dimasa new normal.(Media Indonesia)

Menurut kementerian keuangan, strategi yang dapat dilakukan dalam pemulihan ekonomi Indonesia di saat pandemi diantaranya memperkuat ekonomi domestik melalui belanja pemerintah (sektor dan pemda), insentif dunia usaha, dukungan untuk kesehatan, pemberian bantuan tunai bagi masyarakat kurang mampu (perlindungan sosial), dukungan bagi perusahaan terdampak/pembiayaan korporasi, dan subsidi bunga bagi UMKM.

Baca Juga:   HS BODYGUARD Bertemu Panglima Operasi Wilayah Timur, Ini Yang Dibahas

Pengamat ekonomi dan direktur riset CORE riset Indonesia Piter Abdullah menyatakan bahwa salah satu penggerak perekonomian di masa pandemi adalah belanja pemerintah melalui program PEN. Hal ini karena salah satu tujuan utama pemulihan ekonomi nasional adalah meningkatkan ketahanan masyarakat dan pelaku usaha agar bisa bertahan selama pandemi berlangsung.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa strategi pemulihan ekonomi nasional adalah dengan cara: sinergy pemerintah, swasta, akademisi, media massa, asosiasi, tokoh masyarakat (multihelix) dalam mengatasi covid 19, inovasi diberbagai sektor ekonomi dan usaha termasuk membangun ekonomi kreatif dimasa pandemi, subsidi bagi UMKM dan mengupayakan UMKM berbasis digital, memperkuat ekonomi domestik melalui belanja pemerintah, insentif dunia usaha, Pemberian bantuan ke masyarakat, bantuan terhadap perusahaan berdampak, dukungan bagi kesehatan dan pentingnya membangun ekonomi dari daerah.

Baca Juga:   Pacu Sektor UMKM Pada Masa Pandemi Hanya Isapan Jempol Bagi Pengusaha Di Soppeng, Berikut Alasannya.

Khusus terkait strategi membangun ekonomi dari daerah, penulis berpendapat bahwa Pembangunan IKN baru di ‘Sepakunegara’ atau ‘Pakunegara’ merupakan strategi jitu dan langkah inovatif dalam memulihkan dan memajukan perkenomian nasional. Hal ini karena pemindahan pusat pemerintahan ke IKN ‘Pakunegara’ dalam jangka panjang bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 0,1% – 0,2% (Bappenas). Selain itu dalam jangka pendek pemindahan IKN (pusat pemerintahan) dapat meningkatkan perdagangan antar wilayah, dan peningkatan investasi khususnya di sektor ril, dll. Kajian Bappenas 2019 memprediksi lebih dari 50% wilayah Indonesia akan merasakan arus oerdagangan jika IKN pindah. Untuk itu Groundbreaking Pembangunan IKN agar segera dipercepat. Posisi ‘Pakunegara’ dan Kaltim yg berada ditengah Indonesia dan potensinya di bidang SDA dan maritim dapat tumbuh menjadi salah satu ousat pertumbuhan ekonomi nasional dengan mengoptimalkan green economy dan blue economy

  • Bagikan

advertisement
Terima Update Berita    OK No thanks