Sholat Dua Rakaat, Begini Manfaatnya Bagi Suami Istri di Malam Pertama

Sholat Dua Rakaat
Ilustrasi Suami Istri (Screnshoot)

Mediumindonesia.com – Saat berada di malam pertama pernikahan, disunnahkan bagi sepasang pengantin baru untuk melaksanakan sholat dua rakaat.

Tabarrukan (meminta berkah) dengan sholat dua rakaat. Keduanya mengawali dengan ketaatan kepada Allah saat pertama menjalani kehidupan rumah tangga.

Terkait dengan ibadah sholat dua rakaat bagi pengantin baru, Dari Jabir Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

إِذَا قَضَى أَحَدُكُمُ الصَّلاَةَ فِي مَسْجِدِهِ فَلْيَجْعَلْ لِبَيْتِهِ نَصِيباً مِنْ صَلاَتِهِ فَإِنَّ اللَّهَ جَاعِلٌ فِي بيْتِهِ مِنْ صَلاَتِهِ خَيْراً

“Jika salah seorang di antara kalian telah menunaikan sholat di masjidnya, maka hendaklah ia memberi jatah shalat bagi rumahnya.

Karena sesungguhnya Allah menjadikan kebaikan dalam rumahnya melalui shalatnya.” (HR. Muslim)

Diriwayatkan Imam Abdul Razaq di Mushannafnya, ada seorang laki-laki datang kepada Abdullah bin Mas’ud dan berkata:

Sesungguhnya aku menikahi hamba sahaya perempuan yang masih muda dan aku takut ia membenciku. Kemudian Ibnu Mas’ud berkata kepadanya,

إِنَّ الْإِلْفَ مِنَ اللهِ وَالَفَرْكَ مِنَ الشَّيْطَانِ يُرِيْدُ أَنْ يَكْرَهَ إِلَيْكُمْ مَا أَحَلَّ اللهُ لَكُمْ فَإِذَا اَتَتْكَ فَمُرْهَا أَنْ تُصَلِّيَ وَرَاءَكَ رَكْعَتَيْنِ

“Sesungguhnya rasa sayang (kecocokan) itu dari Allah sedang kebencian itu dari setan, dia menginginkan kebencian diantara kamu sekalian terhadap apa yang Allah halalkan kepadamu, bila sikap seperti itu mendatangimu maka perintahkan istrimu untuk sholat dua rakaat di belakangmu (bermakmum).” (juga tertera di Mushannaf Ibnu Abi Syaibah: III/560 dan Al-Mu’jamul Kabir: IX/204)

Dari Abu Sa’id Maula Abu Usaid Radhiyallahu ‘Anhum, Abdullah bin Mas’ud, Abu Dzar, Khudzaifah, dan beberapa sahabat lainnya datang kepadanya saat ia menikah.

Masuk waktu shalat. Mereka mempersilahkan Abu Usaid untuk menjadi imam. Kemudian mereka berkata kepadanya –memberi nasihat-,

“Apabila kamu berdua dengan istrimu maka shalatlah dua rakaat. Lalu pegang kepalanya. Berdoalah:

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لِي فِي أَهْلِي ‏,‏ وَبَارِكْ لِأَهْلِي فِيَّ ‏,‏ وَارْزُقْهُمْ مِنِّي وَارْزُقْنِي مِنْهُمْ

“Ya Allah, berkahi untukku pada istriku, dan berkahi untuknya pada diriku, berilah rizki untuk mereka dari diriku dan berilah rizki untukku dari diri mereka.” Setelah itu urusan kalian berdua. (HR. Al-Thabrani)

Namun sebelumnya, disunnahkan bagi pengantin pria saat pertama jumpa istrinya untuk memegang ubun-ubunnya dan berdoa kepada Allah memohon keberkahan untuk masing-masing dari keduanya dalam pasangannya. Di antara doa yang ma’tsur adalah:

اَللَّهُمَّ اِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهَا وَمِنْ شَرِّمَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan yang Kau Ciptakan padanya. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan yang Kau ciptakan padanya.”

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah pernah ditanya tentang sunnah bagi laki-laki saat di malam pertama dengan sitrinyaa.

Beliau menjelaskan, “Apabila suami menemui istrinya disunnahkan baginya memegang ubun-ubunnya dan berkata, “semoga Allah memberkahi masing-masing kita pada pasangannya.”

Kemudian beliau menyebutkan bacaan doa yang diajarkan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam saat menikahi seorang wanita atau membeli kendaraan baru,

اَللَّهُمَّ اِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهَا وَمِنْ شَرِّمَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan yang Kau Ciptakan padanya. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan yang Kau ciptakan padanya.”

(HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Beliau juga sebutkan doa yang diriwayatkan al-Thabrani yang diawali shalat berjamaah oleh kedua pengantin baru,

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لِي فِيَّ أَهْلِي وَبَارِكْ لِأَهْلِي فيَّ وَارْزُقْنِي مِنْهُمْ اَللَّهُمَّ اجْمَعْ بَيْنَنَا مَا جَمَعْتَ فِي خَيْرٍ وَفَرِّقْ بَيْنَنَا إِذَا فَرَّقْتَ فْي خَيْرٍ

“Ya Allah, berkahi diriku pada keluargaku dan berkahi keluargaku pada diriku, serta berilah rizki untukku melalui mereka.

Ya Allah, kumpulkan kami dalam kebaikan sepanjang engkau kumpulkan kami, dan pisahkan kami dalam kebaikan apabila engkau hendak memisahkan kami.”

Sekali lagi, shalat dua rakaat yang dikerjakan suami istri di kamarnya pada malam pertama dalam rangka meminta keberkahan kepada Allah Ta’ala.

Sebagaimana telah maklum, shalat adalah wasilah terbaik untuk berdoa dan meminta kepada Allah Ta’ala. Wallahu A’lam.