Sebulan Pemerintahan HA.Muchtar Ali Yusuf – HA.Edy Manaf, Ini Disampaikan Salah Seorang Guru Besar Unhas

  • Bagikan
Prof.Dr. Arifuddin Mannan, SE,M.Si,Ak,CA,CRA,CRP (Guru Besar Universitas Hasanuddin Makassar)

Mediumindonesia.com, Bulukumba.- Jumat 26 Maret 2021, tepat satu bulan kepemimpinan pasangan HA.Muchtar Ali Yusuf – HA.Edy Manaf, sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba, hasil Pilkada serentak 9 Desember 2020 lalu.

Guru Besar Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Prof.Dr. Arifuddin Mannan, SE,M.Si,Ak,CA,CRA,CRP, kepada awak media menyampaikan, terkait hasil assesment BPK RI, beberapa hari lalu, perlu menjadi cerminan bagi Bupati Bulukumba H. Andi Muchtar Ali Yusuf dan Wakil Bupati H. Andi Edy Manaf, khususnya terkait pada aspek pelayanan umum, sudah cukup bagus dan perlu dipertahankan atau lebih ditingkatkan lagi kedepan.

Terkait dengan rendahnya aspek kesejahteraan masyarakat dan daya saing daerah, menurut pakar Ekonomi Unhas ini, Bupati harus fokus pada aspek kesejahteraan yang nilainya sangat rendah. ” Ini yang harus dikejar oleh Bupati dan Wakilnya dan menjadi renungan Bupati, Wakil Bupati dan jajaran OPD nya,” kata Guru besar Unhas ini.

Baca Juga:   Sebut Aktrida Sebagai Sosok Pemimpin Yang Visioner, ABR : Energi Tanpa Batas Untuk Bolmut

Mengacu pada peraturan perundang-undangan, dimana Kepala Daerah terpilih diberi waktu 6 bulan kemudian untuk menyusun RPJMD berdasarkan Visi-Misi Kepala Daerah secara simultan serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah dalam menyusun Restra.

Menurutnya, dalam penyusunan Renstra OPD, maka Bupati Bulukumba fokus pada capaian yang belum maksimal untuk dapat dimasukkan dalam RPJMD maupun Renstra

Saat ditanya soal hasil assement BPK terhadap pemerintahan yang lalu, menurutnya ini yang harus menjadi cerminan bagi Andi Utta selaku Bupati.

Masih terkait hasil assement soal rendahnya daya saing, Kembali Guru Besar Fakultas Ekonomi ini mengatakan, produk sektor unggulan apa yang bisa dijual di Butta Pantrita Lopi, itu dimasukan ke dalam RPJMD, sesuai dengan Visi-Misi Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba.

Baca Juga:   Andi. Edy Manaf Minta OPD, Rekrut Honorer atau Pihak Ketiga Secara Terpusat dan Terkoordinasi.

” Saat penyampaian Visi-Misi Bupati dan Wakilnya pada masa kampanye lalu, kan kedua pasangan ini akan menumbuhkan kesejahteraan masyarakat melalui program unggulannya di sektor Pertanian, Perikanan, Perkebunan dan Pariwisata

” Jadi dalam RPJMD nanti serta turunannya dalam bentuk Rencana Strategis (Restra) untuk dilaksanakan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), anggaran harus berbasis kepada peningkatan kesejahteraan, misalnya untuk menumbuh kembangkan sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), ” jelasnya

Kemudian lanjut Prof.Dr. Arifuddin Mannan, sektor Pariwisata perlu mendatangkan lebih banyak lagi wisatawan lokal ataupun manca negara. Tentunya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang berada di kawasan objek wisata dan Pemda setempat akan mendapatkan penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD), jadi meningkat dari tahun-tahun sebelumnya.

Saat ditanya soal rencana Pemkab Bulukumba yang akan mendatangkan investor dari Grup Salim dalam pengelolaan Sawit Plasma, lagi Guru Besar Fakultas Ekonomi Unhas ini, menyampaikan harus dicatat kalau pengembangan sawit plasma utamakan diperdayakan masyarakat dibawa, Jangan mendatangkan pekerja-pekerja dari luar Bulukumba, sehingga itu salah satu pendekatan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga:   Masyarakat Pangkep Dukung Pembangunan Rel Kereta Api

Perlu saya tambahkan disini bahwa,

” RPJMD Bupati terpilih, efektif dilaksanakan pada tahun anggaran 2022. Dan hingga September 2021 mendatang Pemkab Bulukumba yang dinahkodai Harapan Baru masih menggunakan RPJMD Pemerintahan sebelumnya, ” kata pakar ekonomi ini

Dari hal yang telah dia jelaskan diatas, inilah yang menjadi dasar pijakan Bupati dalam membuat RPJMD untuk 5 tahun kedepan, bercermin dari penguasa sebelumnya dengan memperbaiki kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan daya saing, seperti tagline “Dikerja Bukan Dicerita”. (**)

Editor Suaedy

  • Bagikan