PPKM: Suami Maju Kena Mundur Kena

  • Bagikan
Prof. Abd. Rasyid Masri

Prof.Dr.H.Rasyid Masri
(Akademisi dan pebisnis)

Mendengar istilah maju kena mundur kena’ sebagian teringat pepatah waktu sekolah, sebagian langsung teringat judul film komedi Indro, Dono dan Kasino yakni Warkop DKI, yang berhasil membuat tertawa lucu para penontonnya dari awal sampai the end.
Tapi tulisan ini membidik realitas sosial Suasana bangsa Indonesia seminggu terakhir ini terutama di Jawa dan Bali dalam keadaan senyap dan pembatasan pergerakan masyarakat yang serba dibatasi, jangankan bergerak antar daerah atar lorong pun dalam pengawasan petugas protokol kesehatan di kawal TNI dan Polri .


Menghadapi suasana yang tidak nyaman tersebut maka yang paling menderita batinnya adalah para suami yang merupakan pemimpin rumah tangga yang wajib menghidupi anak – anak dan istrinya sehari hari yang tak bisa di tunda.

Baca Juga:   Walikota Makassar Danny Pomanto Uji Coba Aplikasi Karya Anak Bangsa


Bagi keluarga yang memiliki penghasilan yang cukup, PPKM ( Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ) tak jadi soal mungkin masih ada sisa tabungan untuk bertahan selama 2 minggu atau satu bulan tidak ke mana mana (di rumah saja) seperti ASN , TNI dan Polri yang memiliki gaji tetap perbulan paling aman bisa work from home atau kerja di rumah saja gaji tetap di terima secara utuh perbulan aman tanpa kurang sepersen pun .


Tapi bagi keluarga atau suami istri yang tidak mampu, miskin dan fakir harus kerja diluar rumah baru asap dapur bisa mengepul dalam sehari tentu ini ujian berat, yang jumlahnya paling banyak di negara Republik ini, inilah menjadi masa masa sulit, bagi rakyat kecil, tukang batu, tukang kuli kuli kerja harian di pabrik, para pedagan kecil lainnya” yang paling merasakan efeknya. Dan paling menderita batinnya adalah para suami -suami yang berada pada posisi tersebut’ Maju Kena Mundur Kena’ mau keluar rumah cari reski buat beli kebutuhan sehari hari akan berdapan dengan petugas PPKM atau mundur tinggal di rumah akan berhadapan dengan istri -istri yang emosi dan cerewet, sering memaksa suaminya harus cari uang untuk kebutuhan hidup primer kebutuhan makan yang tak bisa di tunda’ istilah maju kena mundur kena menjadi ancaman nyata bagi suami.

Baca Juga:   Jelang Ramadan, Andalan Mengaji Gelar Kajian Online Anak "Puasaku Surgaku"


Sebagai warga negara yang baik mendukung PPKM menjadi suatu keharusan walaupun harus menghadapi suatu kondidi yang tidak nyaman bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, mari kita doakan bangsa ini agar cepat terhindar dari ancaman covid 19 sambil berharap agar isu covid 19 tidak dipolitisasi menjadi isu politik dan komoditi bisnis ekonomi dari sebagai elit bangsa ini yang mengendalikan kebijakan, semoga corona berlalu Indonesia kembali hidup harmoni , hidup normal tanpa tekanan kekuasaan, bebas dari kebijakan yang mempersulit masyarakat kecil mengais reski di luar rumah di negeri sendiri .wslm .

  • Bagikan

advertisement
Terima Update Berita    OK No thanks