Ikla DPRD

Oknum Mantan Kades Borong Loe Bantaeng Resmi Ditahan, Ini Kasusnya

  • Bagikan
Ilustrasi Kasus Korupsi

Mediumindonesia.com, Bantaeng. – Oknum mantan Kepala Desa Borong Loe Kecamatan Pa’jukukang Kabupaten Bantaeng, berinisial H.Ha ditetapkan sebagai tersangka dan langsung dilakukan penahanan oleh Kejaksaan Negeri Bantaeng, pada Kamis (25/3) kemarin

Oknum mantan Kades ini ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus korupsi Kelompok usaha bersama (KUBE), yakni pengadaan Kambing yang bersumber dari Kemensos RI T.A 2018, dengan kerugian Negara Rp. 155. 670. 000 dari anggaran Rp. 500. 000. 000.-

Hal ini disampaikan Kasi Intel Kejari Bantaeng Azhar, SH. dalam siaran persnya Nomor : PR – 01 / P.4.17 / Kph.3 / 03 / 2021.

Penahanan terhadap H. Ha di Rutan Bantaeng berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor : PRINT-16/P.4.17/Fd.2/03/2021, sejak tanggal 24 Maret 2021 s/d 12 April 2021.

Menurut Kasi Intel Kejari Bantaeng seperti tertuang pada siaran persnya, penyaluran dana stimulan KUBE di Desa Borong Loe tahun 2018, telah merugikan keuangan negara berdasarkan audit BPKP Perwakilan Prov. Sulawesi Selatan Nomor : SR-006/PW21/5/2020, tanggal 13 Januari 2020

Baca Juga:   Kanit Tipikor Polres Bulukumba; Paling Lama Februari 2021 Sudah Ada Tersangka Kasus BOK

Perbuatan yang disangkakan
bermula pada Tahun 2018, Kementerian Sosial R.I menyalurkan Dana Stimulan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) di Desa Borong Loe, Kec. Pa’jukukang, Kab. Bantaeng sebesar Rp. 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah) untuk 200 (dua ratus) Keluarga Penerima Manfaat (KPM), dengan rincian masing-masing KPM menerima bantuan sebanyak Rp. 2.500.000,- (dua juta lima ratus ribu rupiah).

Setelah dilakukan verifikasi dan penetapan penerima bantuan, selanjutnya Kementerian Sosial R.I menyalurkan dana bantuan dengan cara transfer ke rekening masing-masing KUBE, selanjutnya Ketua dan Bendahara masing-masing kelompok mencairkan dana bantuan tersebut dari Bank BRI unit Lamalaka.

Tersangka yang saat itu selaku Kepala Desa Borong Loe, meminta semua dana bantuan tersebut untuk diserahkan kepadanya. Dan pada 27 November 2018, tersangka menyerahkan kembali dana bantuan tersebut kepada 18 KUBE terdiri dari 180 KPM, dengan kondisi dana bantuan tersebut sudah dipotong dengan besaran potongan bervariasi, antara Rp. 600.000,- s/d Rp. 900.000,-

Baca Juga:   Andi Djamarro Beri Ucapan Selamat Atas Penunjukan Sebagai Komut PT KAI, Kyai Aqil Siradj : Gaji Saya Untuk Santri Tidak Mampu

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, yang bersangkutan resmi ditahan di Rumah tahanan (Rutan) kelas II.B Kab. Bantaeng, sejak tanggal 24 Maret 2021 s/d 12 April 2021, selama 20 hari, dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bantaeng mendapat Apresiasi dari Mahasiswa Bantaeng.

Kasi Intel Kejari Bantaeng Azhar, SH, pada siaran pers nya berharap masyarakat dapat mengawal dan mendukung penanganan perkara Tindak Pidana Korupsi Penyimpangan atau Penyalahgunaan Dana Kelompok Usaha Bersama (KUBE) yang bersumber dari Kementerian Sosial R.I pada Desa Borong Loe, Kec. Pa’jukukang, Kab. Bantaeng, Tahun 2018.

Sementara itu, Yudha Jaya Mahasiswa Bantaeng kepada awak media, Kamis, 25/3/2021 kemarin mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi kinerja Kejari Bantaeng dalam pengungkapan kasus korupsi pengadaan kambing tersebut.

Baca Juga:   Webinar UNIBA, Abraham Samad: Indonesia Negara Besar Dan Kaya, Tapi Korupsinya Malah Makin Jadi

“Saya sebagai Mahasiswa dari Kabupaten Bantaeng, mengapresiasi kinerja Kejari Bantaeng terkhusus Bidang tindak pidana Khusus (Pidsus) Kejari Bantaeng yang bekerja sejak tahun 2019 sampai 2021 mengungkap kasus ini, dan tentu ini menjadi warning bagi Kades yang lain dan pejabat Negara lainnya di Kabupaten Bantaeng, agar jangan coba-coba memainkan uang rakyat untuk kepentingan pribadi,” tegas Yudha.-(*SL)

  • Bagikan