Daerah  

Ketua Umum Harimau Sulawesi Bodyguard Sulsel Mengajak Masyarakat Kota Makassar Menolak Pembukaan W Super Club

Organisasi kemasyarakatan Harimau Bodyguard Sulsel dengan tegas menyatakan penolakan terhadap  pembukaan W Super Club Makassar
Pengurus Harimau Sulawesi Bodyguard Sulsel (Dok. Mediumindonesia)

Makassar, Mediumindonesia.com – Organisasi kemasyarakatan Harimau Bodyguard Sulsel dengan tegas menyatakan penolakan terhadap  pembukaan W Super Club, sebuah tempat hiburan malam yang akan beroperasi di pusat kota Makassar.

Penolakan ini didasarkan pada kekhawatiran akan dampak negatif yang ditimbulkan oleh keberadaan tempat hiburan malam tersebut. Harimau Bodyguard Sulsel, yang dikenal aktif dalam menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat, menilai bahwa W Super Club berpotensi memicu berbagai masalah sosial, seperti peningkatan angka kriminalitas, gangguan ketertiban umum, dan penyalahgunaan narkoba.

“Kami menolak dengan tegas kehadiran W Super Club di Makassar. Tempat hiburan malam seperti ini hanya akan membawa dampak buruk bagi masyarakat, terutama generasi muda,” ujar  H. Haluddin, Ketua Harimau Bodyguard Sulsel. “Kami tidak ingin Makassar menjadi sarang bagi aktivitas-aktivitas yang merusak moral dan keamanan kota.”

Selain menyampaikan penolakan, Harimau Bodyguard Sulsel juga telah mengajak seluruh masyarakat Kota Makassar dan oraginasasi kemasyarakatn serta organisasi mahasiswa untuk sama-sama melakukan penonalakan terhadap tempat hiburan tersebut. karena tempat hiburan tersebut hanya membawa dampak buruk  kepada generasi muda.

“Kami berharap  dan mengajak kepada seluruh masyarakat Kota Makassar dan organisasi kemasyarakatan dan mahasiswa agar kira mari kita bersama-sama menolak adanya tempat hiburan club yang baru-baru saja di buka oleh Hotman Paris di Kota Makassar  bisa memberikan dampak sosial serta moral yang ditimbulkan. Keberadaan W Super Club bertentangan dengan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Makassar,” tambah H. Haluddin S.Sos yang juga sebagai Kabag Kamahasiswaan UNM.

Lanjut H. Haluddin mengharapkan agar kiranya pemerinta kota Makassar untuk tidak memberikann izin operasi terhadap tempat hiburan tersebut karena jika diberikan izin makan lebih banyak dampak negatif yang nantinya akan di timbulkan.

“Kami harap penolakan  ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan bagi pemerintah kota untuk lebih bijaksana dalam memberikan izin operasional bagi tempat-tempat hiburan yang berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat Makassar,”ungkapnya



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *