Disdikbud Kabupaten Bulukumba Berbenah, Rombak Skema Pelayanan kepada Guru

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bulukumba melakukan perbaikan dalam skema pelayanannya. Kali ini, Disdikbud Bulukumba merombak sistem pelayanan administrasi khusus bagi tenaga pendidik atau guru
Kepala Dinas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bulukumba, Andi Buyung Saputra (Dok. Ist)

Bulukumba, Mediumimndonesia.com – Untuk kesekian kalinya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bulukumba melakukan perbaikan dalam skema pelayanannya. Kali ini, Disdikbud Bulukumba merombak sistem pelayanan administrasi khusus bagi tenaga pendidik atau guru, guna meningkatkan disiplin dan kinerja mereka.

Kepala Dinas Dikbud Bulukumba, Andi Buyung Saputra, mengumumkan bahwa pelayanan administrasi untuk guru akan dimulai pada pukul 13.00 WITA hingga akhir jam kerja. “Dengan pelayanan seperti ini, tidak ada lagi alasan bagi guru atau kepala sekolah untuk meninggalkan sekolah dengan alasan mengurus berkas dan meninggalkan tugas pokok mereka sebagai tenaga pendidik,” jelas Andi Buyung.

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa Tunjangan Penghasilan Guru (TPG) yang diterima guru berbanding lurus dengan kinerja mereka di sekolah. Selain TPG, Andi Buyung menegaskan pentingnya disiplin sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang digaji oleh negara. “Kita lakukan upaya pendisiplinan agar Tunjangan Penghasilan Guru (TPG) yang diterima harus berbanding lurus dengan kinerja di sekolah,” katanya.

Selama ini, terindikasi banyak oknum guru yang meninggalkan jam mengajar dengan alasan mengurus berkas di dinas atau berkeliaran di tempat lain tanpa izin dari kepala sekolah. Menurut Andi Buyung, guru memiliki kewajiban kerja 37,5 jam setiap pekan. Oleh karena itu, guru seharusnya baru bisa meninggalkan sekolah pada pukul 13.15 WITA. “Kalau ada hal yang mendesak keluar sekolah, harus memiliki surat izin meninggalkan tugas pada jam efektif dari kepala sekolah,” tambahnya.

Selain perubahan waktu pelayanan, Disdikbud Bulukumba juga memberlakukan pelayanan satu pintu di loket pelayanan untuk mencegah terjadinya pungutan liar (pungli). “Tidak ada lagi yang masuk ke ruangan-ruangan kepala seksi atau kepala bidang bahkan kepala dinas hanya karena urusan pelayanan,” ujar Andi Buyung.

Saat ini, Disdikbud Bulukumba juga sedang mengembangkan aplikasi online untuk pelayanan administrasi sederhana. Hal ini dilakukan agar guru yang berada jauh dari kota tetap bisa mendapatkan pelayanan tanpa harus datang langsung ke kantor Dikbud. “Kita sementara mengembangkan aplikasi online untuk pelayanan administrasi sederhana agar yang jauh dari kota bisa kita layani langsung tanpa harus ke kantor Dikbud,” kata Andi Buyung.

Andi Buyung, yang merupakan alumnus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), juga meminta partisipasi masyarakat dalam mengawasi kinerja tenaga pendidik. Disdikbud telah membentuk satuan tugas (Satgas) pengawasan untuk memastikan disiplin dan menangani permasalahan di lingkungan pendidikan. “Bisa diadukan ke Satgas jika terdapat indikasi pelanggaran kerja atau kode etik serta pembinaan tenaga pendidik dan kependidikan pada satuan pendidikan,” jelasnya.

Perubahan ini diharapkan dapat meningkatkan disiplin dan kinerja para tenaga pendidik di Kabupaten Bulukumba, serta memberikan pelayanan yang lebih efisien dan transparan bagi para guru.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *