Daerah  

Diduga Lamban Tangani Laporan ,Warga Pertanyakan Kinerja Polri

Dok. Ist

Mediumindonesi.com, Pangkep – Ratusan masyarakat kampung Borong Untia, Desa Biringere, kecamatan Bungoro Kabupaten Pangkep, mendatangi Mapolres Pangkep untuk mendesak proses laporan mereka terkait tindak pidana pengancaman dengan menggunakan senjata tajam yang dilakukan M. syawir yang merupakan kepala Desa Mereka sendiri.

 

Dalam aksinya mereka mendesa agar proses laporan yang mereka lakukan ( warga kampung boronguntia) segera di naikkan ke tahap penetapan tersangka.

 

Andi Tenri Ani sebagai Jendral Lapangan dalam orasinya di depan Mapolres Pangkep , Rabu 22/05/2024 mendesak pihak kepolisian Resort Pangkep (polres Pangkep) agar laporan masyarakat yang mendapatkan ancaman dengan menggunakan senjata tajam (sajam) dan mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas untuk ditindaklanjuti.

 

“Kasus pengeroyokan tidak akan terjadi jika oknum Kepala Desa BiringEre, Muh. Sawir tidak melakukan tindakan pengancaman”, ungkap Andi Tenri Ani .

 

” Kami datang menuntut keadilan, jangan hanya saudara kami Andi Irfan dan kawan-kawan yang diamankan /ditahan. Oknum kepala desa BiringEre pun harus dipenjarakan, cari barang bukti CCTV sehingga bisa jelas dan terang kasus pengancaman menggunakan Sajam yang dilakukan Muh.Sawir”, imbuh Andi Tenri Ani bersama warga Boronguntia .

 

“Kami telah melapor secara resmi ke Polres Pangkep terkait kasus ini tiga pekan lalu, namun hingga saat ini tidak dipedulikan. Dimana kinerja Polri Presisi. Kami tidak akan berhenti berunjukrasa hingga Kapolres Pangkep menandatangani pernyataan akan menindaklanjuti laporan warga borong untia”, ucapnya.

 

Ada pun tuntutan Masyarakat Borong Untia yaitu :

-Agar segera mengangkat seluruh rekaman video CCTV yang merekam kejadian keributan di depan rumah kepala desa BiringEre baik sebelum kejadian keributan maupun setelah kejadian keributan tersebut agar terungkap dengan terang dan jelas penyebab terjadinya keributan.

 

-Agar segera melakukan dan melanjutkan proses hukum ke tahap lebih lanjut atas laporan polisi yang telah dilaporkan pada Kepolisian Resor Pangkep tentang dugaan pengacaman dengan senjata tajam dan penghilangan barang bukti demi tercapainya kepastian hukum dan berkeadilan.

 

-Agar kepala desa Biring Ere sebagai terlapor atas dugaan tindak pidana pengancaman dengan senjata tajam dan penghilangan barang bukti juga diamankan pada kantor Polres Pangkep sebagaimana keluarga kami juga telah diamankan pada kantor Polres Pangkep saat statusnya sebagai saksi terlapor atas laporan polisi dugaan penganiayaan.

 

-Agar kepala desa BiringEre sebagai terlapor atas dugaan tindak pidana pengancaman dengan senjata tajam dan penghilangan barang bukti ditetapkan juga sebagai tersangka.

Menanggapi aksi ratusan masyarakat Adat Borong Untia, Wakapolres Pangkep AKBP H. Muh. Thamrin, mengatakan, terkait masalah penyidikan, ada mekanismenya. Dan mengundang perwakilan massa aksi untuk masuk berdialog di ruang aula Mapolres Pangkep.

 

Dalam dialog dengan perwakilan massa, Wakapolres Pangkep didampingi Kasat Reskrim IPTU Prawira Wardany, dan Kanit 1 Reskrim Ipda Ramadhan.

 

Kasat Reskrim menyampaikan bahwa proses tetap berjalan.
“Proses penyelidikan masih tetap berjalan, dan keterangan saksi sudah kita ambil. Dan itu baru menunjukkan satu alat bukti, masih butuh satu alat bukti lagi untuk menaikkan tahapan ke penyidikan”, ucap Kasat Reskrim.

 

“Terkait tuntutan massa aksi terkait CCTV, sampai saat ini belum kami dapatkan. Dan yang perlu diperjelas bahwa CCTV tersebut bukan merupakan alat bukti melainkan barang bukti atau bukti pendukung”, lanjutnya.

 

Lebih lanjut Kasat Reskrim, Kanit 1 Ipda Ramadhan menyampaikan bahwa pihak penyidik terus berusaha menjalankan tugasnya secara profesional. Dan saat ini sementara berkomunikasi dengan saksi ahli.

 

“Kami sementara menindaklanjuti untuk mencari alat bukti lainnya dengan jalan menghubungi saksi ahli. Dan rencananya sore ini kalau tidak ada halangan kami akan ketemu untuk meminta keterangan saksi ahli tersebut”, ucap Ipda Ramadhan.

 

“Setelah ada keterangan dari saksi ahli dan dalam keterangannya mengatakan terbukti ada tindak pidana, maka kami akan menaikkan ketahap penyidikan. Dan kemungkinan akan memanggil lagi para saksi “, lanjut Ipda Ramadhan.

 

Menanggapi penjelasan dari Reskrim, perwakilan massa yang juga merupakan Penasehat Hukum pelapor, sangat berharap agar pihak kepolisian tetap profesional menjalankan tugasnya dan bisa secepatnya di dapatkan barang bukti CCTV tersebut sebagai bukti petunjuk yang membuat persoalan ini menjadi jelas dan transparan.

 

Penulis : Mia



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *